oleh

PUPR Evaluasi Keterlambatan Proyek Kontruksi

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Magetan Muchtar

Beritatrends.com, Magetan – Menurut salah satu kontraktor yang tak mau disebut namanya mengatakan, pada tahun 2018 ini semua perencanaan sudah kelar namun untuk pelaksanaan lelang atau Penunjukan langsung (PL) belum ada kegiatan sama sekali, ada apa sebenarnya ?

“Ini hanya terjadi di Kabupaten Magetan saja, padahal di kabupaten lain sudah berjalan untuk pelaksanaan, makanya saya selaku pelaksana bingung kok bisa terjadi Magetan,”jelasnya.

Dengan logat medoknya sambil menunjukkan HP terdapat situs resmi BPK www. Bpk.go.id, dia bilang,”Delok pasal iki kudune sing rung bayar klaim BPK opo bener nek dimenangke pas lelang  (coba lihat dalam pasal ini seharusnya yang belum bayar klaim BPK apa bener di menangkan pas lelang), ini pertanyaan modus nawar gawe  (buat) bendera anyar  (baru) sing kendel yo tetep gawe bendera lawas meski belum bayar klaim, yang berani ya tetap pakai bendera lama mesaki belum bayar klaim,” kata dia.

“Ini menjadi kejanggalan kalau pas lelang kalau di lihat dari Standar Oprasional Prosedur (SOP) unit layanan pengadaan (ULP) Kabupaten Magetan yakni, bedanya pra sama pasca adalah untuk pra dokumen kualifikasi dinilai dulu,  baru lihat penawaran. Sedangkan pasca dokumen penawaran lebih dulu dinilai, baru menilai dokumen kualifikasi,”terangnya.

Tahapannya kalau pasca Administrasi, Teknis, Harga baru evaluasi dokumen kualifikasi, yang pra dibalik cara evaluasinya mulai dokumen kualifikasi lalu administrasi, teknis baru harga, yang pra biasanya untuk konsultan,  sedangkan yang pasca kualifikasi untuk pengadaan barang dan konstruksi (fisik).

Terkait lambatnya pelaksanaan proyek di Kabupaten Magetan, media ini akhirnya melakukan penelusuran melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP), Kepala Bidang ULP Ari Budi mengatakan, sebenarnya m,asalah ini sudah selesai karena ini terjadi hanya kelasalah paham antara anak buah saya dengan saya dan itu sudah berjalan dan diketahu Pak Bupati, ya maklum saya saat sekarang lagi pegang dua tempat makanya terjadi miskomunikasi tapi dah selesai.

“Memang diantara teman teman yang ada di ULP membutuhkan pendampingan hokum karena pekerjaan di ULP sangat lah rawan sekali selama ini kami di kira bermain padahal kami hanya melaksanakan saja sesuai apa yang di inginkan oleh SKPD terkait, semang semua itu tergantung pada system secara Nasional,”ucap Ari.

Di tempat yang berbeda Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Bambang Trianto mengatakan, kemarin sudah diadakan rapat, Alhamdulillah sudah berjalan seperti semula.

“Memang kemarin ada terjadi problem, namun sudah diselesaikan, kita langsung rapatkan terkait tersendatnya system pada ULP,”jelas Bambang.

Ditempat yang berbeda Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan melalui Bidang Sumberdaya Air PUPR Magetan, Yulianto K Iswahyudi mengatakan memang benar mas saat sekarang untuk pengadaan proyek lagi tersendat, di tempat kami saja ini yang tersendat ada 9 item pekerjaan, sedang waktu semangkin mepet dengan anggaran PAK dan pekerjaan PAK waktunya sangat lah sedikit.

“Kalau ini nanti didak segera di selesaikan di tempat kami bisa hangus dengan jumlah pekerjaan seninai 3,5 M bisa hangus, la kalau terkait masalah apa sebabnya mas bisa langsung temui bapak kepala Dinas saja,”ucap Yuli.

Lain Hal jawaban Bidang Bina Marga PUPR Magetan, Muchtar mengatakan, terkait pelelangan itu semua tergantung dari pihak ULP yang jelas kami semua serahkan kepada ULP selaku panitia pelaksanaan lelang yang berada di Magetan masalah menang oleh CV atau PT itu-itu saja kita tidak paham karena semua bisa ikut menawar pekerjaan apa yang akan di lelangkan sipatnya Nasional.

“Namun kalau terkait dengan lambatnya pelaksanaan pekekerjaan dilapangan karena belum dilaksanakan, ini merupakan kendala yang harus diselesaikan, panitia masih memperbaiki sistem, karena masih ada trauble,”pungkas Muchtar. (Gal)

News Feed