oleh

Ketua BAIN HAM RI Bulukumba di Sabet Samurai, Begini Ceritanya

Kondisi ketua BAIN HAM RI terkapar saat di bawa ke RSUD

Beritatrends.com, Bulukumba – Ketua Badan Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia disingkat BAIN HAM RI, Sahabuddin Rauf SH, mengalami luka terbuka akibat disabet samurai oleh Adli, adik dari anggota Brigpol Anwar yang bertugas di Polsek Eremerasa, Kecamatan Armes, Kabupaten Bantaeng.

Peristiwa itu terjadi, di kediaman Adli, di Jalan Garuda, Kecamatan Caile, Kabupaten Bulukumba, Minggu, 27 Mei 2018, sekitar pukul 11.00 wita, hal itu dipicu berawal, saat Tim Inventigasi BAIN HAM Ri menelusuri mobil Pick Up, warna hitam dengan Nomor Polisi DD 8223 HG yang sedang mengangkut jerigen berisi BBM jenis premium bersubsidi.

Mobil tersebut terus diikuti hingga sampai di kediamannya, pengemudi bersama dua orang konduktornya turun dari mobil yang di tumpanginya, kemudian Tim pun ikut turun dari mobil yang di tumpanginya dan bertanya barang apa yang dimuat pak. ketiga orang tersebut tidak menjawab, salah satu orang di antaranya memanggil bosnya atas nama Pak Adli.

Sang bos tersebut datang dengan wajah yang sangar, lalu memanggil kedua orang dari Tim Investigasi BAIN HAM RI, kedua orang tersebut masuk ke dalam rumah Pak Adli. Setelah di dalam rumah. Kedua orang Tim tersebut mempertanyakan apa isi jerigen di atas mobil Pick Up tersebut. Adli menjawab, Bensin.

Selanjutnya, Tim mempertanyakan status usaha Adli mengenai perizinan, bisnis BBM jenis premium bersubsidi Pemerintah dengan Izin angkutanya. Namun, Adli tidak dapat memperlihatkannya, hanya menjawab tidak ada.

KetuaTim Investigasi BAIN HAM RI, Sahabuddin Rauf, SH memberikan pemahaman tentang aturan usaha Adli yang dianggap ilegal itu, bahwa BBM jenis premium tidak di perkenankan untuk pengisian dalam bentuk jerigen. Tetapi nasehat tersebut, Adli tak menerimanya kemudian berdiri dan menutup pintu rumahnya.

Lalu Adli berkata, jika usaha minyak miliknya itu di promotori kakak kandungnya yang berprofesi sebagai anggota kepolisian. “Saya usaha minyak bersama dengan kakak saya anggota polisi,”kata Adli.

Lanjut .Sahabuddin Tidak usah dihubungi kakaknya sudah larut malam, nanti besok baru di tanya, kalau kakaknya mau bicara sama saya, silahkan ambil no Hp saya supaya terjalin hubungan silaturahmi, namun ia terus menghubungi kakaknya, anggota polisi melalui handphone miliknya sebanyak 2 hingga 3 kali, namun tak ada balasan,”ungkap Sahabuddin menirukan bahasa Adli.

“Adli memasukkan No Hp saya lalu di save. Begitupun sebaliknya saya meminta Nomor HP Adli. Berselang beberapa menit kemudian, saya meminta pamit, saya bersama teman atas nama Daniel, bersama Adli barengan keluar dari rumahnya Adli,”ujar Sahabuddin melanjutkan kronologi insiden itu.

Usai di luar rumah Adli Tim memotret mobil Kemudian Adli berbalik ke arah dekat mobil Pick Up-nya yang bermuatan jerigen yang berisikan BBM. Sementara itu, Daniel bertanya kembali ke Adli, berapa jerigen yang ada di atas mobil Pick Up?

Disaat itulah, Adli teriak kepada anggotanya untuk diambilkan samurai, namun anggotanya tidak mendengarnya. kemudian Aldi berlari masuk ke dalam rumahnya. Dari dalam rumah Adli membawa samurai keluar menuju ke arah Daniel.

“Saya menghalangi Adli dengan maksud tujuan menasehatinya, kemudian saya menyuruh Istighfar, tetapi Adli tak mengubrisnya dan tetap mengarahkan samurainya ke arah saya hingga mengakibatkan jari tangan kanan, jari tangan kiri, beserta kepala bagian kiri saya mengalami luka terbuka ,”urai Sahabuddin menceritakan, Jumat, 1 Juni 2018. kemarin.

Atas kejadian tersebut, perbuatan Adli dilaporkan di Polres Bulukumba. Pelaku kemudian ditangkap oleh Anggota Polres Bulukumba pada Selasa, (29/5/2018). Setelah dilaporkan, berselang berapa hari Empat orang Keluarga Adli mendatangi rumah korban Sahabuddin di Jeneponto.

Kedatangan keluarga pelaku tujuan meminta jalan damai, dua orang mengaku saudaranya Adli, satu di antaranya mengaku anggota polisi yang bertugas di Polsek Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Brigpol Anwar.

“Mungkin kita (Brigpol Anwar) yang di maksud Adli, kerja sama BBM jenis premium bersubsidi. Lalu Anwar menjawab, iya, benar, perkataan Adli di benarkan oleh saudaranya yang diduga terlibat usaha ilegal BBM jenis premium bersubsidi pemerintah,”ungkap Sahabuddin.

Sahabuddin mengatakan, usaha tersebut diduga melanggar UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas yang pidananya di atur pada pasal 53 tentang perizinan dan pasal 55 tentang pelanggaran izin angkutannya.

“Brigpol Anwar mengakui bahwa memang tidak memiliki perizinan izin usaha BBM jenis premium bersubsidi pemerintah. Saya kata (Brigpol Anwar) meminta dirinya di lindungi agar tidak di publikasikan,”jelas Sahabuddin dikutip dari keterangan korban tambahnya.

Selain itu pihak oknum Polisi yang Tak lain kakak kandung pelaku pembacokan Adli ingin dikonfirmasi oleh awak media terkait kejadian tersebut,namun kesulitan untuk berkomunikasi sampai berita ini dipublikasikan.(HA)

News Feed