oleh

KASUS OTT HAKIM PN TANGERANG DISIDANGKAN

saat persidangan berjalan

Beritatrends.com, Serang – Pengadilan Negeri Tipikor Serang gelar sidang perdana kasus gratifikasi Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri, S.H., M.H. dan Panitera PN Tangerang Tuti Atika, S.H. Dalam persidangan ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa hakim cantik itu dengan Pasal 12 Huruf c dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kamis (31/5/2018)

Persidangan ini Hakim Wahyu didampingi oleh 13 Pengacara dari Kantor Hukum Acep Saepudin & Partners yakni Acep Saepudin, S.H.I., S.H., M.H., M.Si., C.L.A., C.P.L., C.P.C.L.E., Anda, S.H., Rahmatullah, S.H. Ade Trini Hartati, S.H., M.H., Guruh Untung Laksana, S.H., M.H., Yudhistira Firmansyah, S.H., Imran, S.H., M.H., Oni Sutarna, S.H., C.P.L., Muhamad Zaenuri, S.H., Muhamad Yusuf, S.H., Syahrudin Alamsyah, S.H., Wewen Juweni, S.H., Panji Apriandi, S.H.

Acep Saepudin menyampaikan “Atas Dakwaan yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK kami keberatan, akan tetapi karena keberatan kami sudah menyangkut pokok perkara maka kami tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut, dalam Dakwaan tersebut Jaksa Penuntut Umum menuliskan bahwa Putusan perkara yang ditangani Ibu Wahyu Widya Murfitri, S.H., M.H. yang dibacakan pada tanggal 28 Februari 2018, padahal faktanya tanggal 28 itu tidak ada persidangan dan tanggal 28 Februari itu baru Musyawaran Majelis Hakim, jadi sebenarnya gratifikasi itu terjadi setelah Musyawarah Majelis Hakim selesai dan gratifikasi tersebut sebenarnya tidak mempengaruhi Putusan, karena tanpa adanya uang itu Putusannya memang sudah jadi.”

Karena tidak ada Eksepsi baik dari Terdakwa maupun Kuasa Hukum, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang menunda agenda peraidangan selanjutnya pada tanggal 7 Juni 2018 dengan agenda Pemeriksaan Saksi dari Jaksa Penuntut Umum KPK.(FR)

News Feed