oleh

PJU Pemkab Jeneponto Nunggakan Mencapai Rp. 824 Juta Terancam Diputus

Ramelan Harahap Manager PLN Cabang Jeneponto saat di konfirmasi mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan terhadap pemerintah daerah (Pemda) Jeneponto, untuk segera melunasi tunggakan listriknya

Beritatrends.com, Jeneponto – Penerangan Jalan Umum (PJU), rujab bupati dan wakil bupati, Gor dan alun-alun Pastur Kabupaten Jeneponto terancam diputus. Karena ada tunggakan listrik yang mencapai ratusan juta rupiah selama sebulan.

Manager PLN Cabang Jeneponto, Ramlan Harahap mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan terhadap pemerintah daerah (Pemda) Jeneponto, untuk segera melunasi tunggakan listriknya. Namun belum ada respon.

“Senin 28 Mei, Pemda berjanji akan melunasi. Namun sampai saat ini tidak ada kabar. Saya akan memberikan tindakan tegas, jika lewat dibulan Mei ini, maka saya akan melakukan penyegelan aliran listrik Pemkab Jeneponto,” tegas Ramlan Harahap, Selasa (29/5/2018).
Tunggakan listrik itu mencapai Rp824 juta lebih untuk pembayaran di bulan Mei 2018.

“Terpaksa PLN akan mengambil langkah tegas dan melakukan penyegelan aliran listrik diantaranya di kantor Bupati, Rujab Bupati dan Wakil, Gor, alun-alun Pastur dan Penerangan Jalan Umum, tunggakannya sebanyak Rp824.891.712,” ungkapnya.

Pejabat sementara Pemkab Jeneponto, Asmanto Baso Lewa (ABL) mengatakan sebaiknya PLN Jeneponto tidak serta merta main ancam untuk melakukan penyegelan listrik di kantor pemkab Jeneponto.

Katanya, anggaran listrik itu ada prosesnya, tidak bisa dipaksakan, dan sementara berproses pencairannya. “PLN itu terlalu gegabah kalau kantor pemkab Jeneponto terancam disegel, seperti Rujab Bupati itu-kan rumah negara,” ujarnya.

“Bukan keterlambatan itu bisa dibayar tapi ada prosesnya. Ngapain juga mau terlambat kalau sudah ada anggarannya dan sementara proses. Kalau PLN tidak bisa mengerti berarti tidak bisa bekerja sama, anggaran listrik itu ada prosesnya tidak bisa dipaksakan,” jelas Asmanto lewat via telepon. (HA)

News Feed