oleh

Kajari Magetan : Dinas Terkait Silahkan Benahi Vertical Garden

Kondisi Taman Vertikal yang pada mati dan tak terawat serta penyataan Kajari Magetan

Beritatrends, Magetan – Pasca ditetapkannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan, Bambang Setyawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit tahun 2016, perawatan Vertical Garden sempat terhenti, kondisi ini membuat perawatannya tidak terurus dengan baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Magetan, Rudy Subagyo, melalui Jojok, kepala bidang pertamanan Perkim mengatakan untuk semtara belum ada kami laksanakan pembenahan karena belum ada kepastian yang jelas. “Tapi sewaktu waktu kalau di serahkan ke kami baru kami laksanakan,” ucapnya.

Kondisi Vertikal Garden (taman bunga) yang berada di jembatan Kali Gandong 1 Magetan, yang rencana awalnya untuk mempercantik kota Magetan, kini kondisinya cukup memprihatinkan, banyak tanaman bunganya yang rusak, bahkan kering dan mati.

Menurut aktifis ini, Kamto mengatakan, Pekerjaan Bibit Tanaman Hias Kabupaten Magetan, Surat Perintah Kerja (SPK) nomor 027/13/BE-01/403.207/2016 tanggal 26 Februari 2016 dengan pelaksana pekerjaan CV. KUSUMA ASRI KAYA, Pekerjaan Belanja Bibit Vertical Garden Kabupaten Magetan dengan Surat Perintah Kerja (SPK) nomor 027/13/BE-05/403.207/2016 Tanggal 13 juni 2016 dengan pelaksanaan pekerjaan CV. KARYA MANDIRI, Pekerjaan Pembuatan Naungan Jalur Hijau di Kecamatan Maospati dan Kecamatan Magetan, SPK : 027/857/403.207/2016 tanggal 21 November 2016 Dengan CV. KARYA MANDIRI, Pekerjaan Belanja Bibit Vertical Garden Perkotaan, dengan SPK nomor : 027/13/BE-06/403.207/2016 tanggal 13 Juni 2016, dan Pengadaan Belanja Bibit Tanaman Keras Kabupaten Magetan, dengan SPK, nomor : 027/13/BE-02/403.207/2016 Tanggal 26 Februari 2016 dengan pelaksanaan pekerjaan Tanjung Mukti, 6). Pekerjaan Belanja Bibit Tanaman Keras Perkotaan, SPK nomor : 027/13/BE-03/403.207/2016. tanggal 26 Februari 2016,
“Sesuai kasus tersubut ada 6 Item pekerjaan yang kita lakukan penyidikan dengan nilai proyek plus minus Rp.7,6 miliar, adapun nilai kerugian dalam masih penghitungan di Inspetorat Kabupaten Magetan, dari penyidik sudah menemukan sekitar Rp. 200 juta lebih, nilai kerugiannya dari 6 kegiatan tersebut,”ucapnya

Lanjutnya, masih ingat dari kasus Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan dengan anggaran Rp 7,6 miliar tersebut, diperuntukkan dalam 112 jenis pekerjaan. Dalam 122 paket pekerjaan itu, penyidik Kejari Magetan menemukan kerugian negara sebesar Rp 200 Juta dalam 6 jenis pekerjaan.

“Saat itu Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Magetan (Kejari) yang menangani Achmat Taufik Hidayat dari total 112 item pekerjaan melakukan pemeriksaan 6 item, namun sudah menemukan kerugian negara sekitar Rp 200 juta lebih pada hari Kamis (23/11/2017) tahun lalu,”ucap Kamto.
Yang akhirnya Kepala Dinas DLH Bambang diduga melakukan mark up anggaran dalam pengadaan barang dan jasa senilai Rp 1,2 miliar. Sehingga menyebabkan kerugian negara Rp 218 juta, kemungkinan dinas Perumahan dan Pemukiman menjadi enggan mengurusi taman tersebut.

Atang Pujianto, Kajari Magetan mengatakan, menyangkut pembenahan sebenarnya tidak terpengaruh dengan perkara yang sedang ditangani. “Tentunya sudah ada bukti-bukti awal dan dinas terkait tidak pernah menerima pernyataan adanya sita terhadap lokasi tersebut, jadi ya benahi saja,” jelasnya. (Lak/G.Lih)

News Feed