oleh

Sejak Awal Puasa Hingga Sekarang Harga Bahan Pokok Mulai Naik Meroket

Salah satu pedagang di Pasar sayur saat meladeni salah satu pembeli, Selasa (22/5/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Puasa sudah enam hari berjalan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) mengalami lonjakan harga dan hampir di seluruh pasar yang ada. Tak terkecuali di Pasar Sayur, Kabupaten Magetan.

Stabilisasi harga dan ketahanan pangan di pasar-pasar di Magetan diharapkan stabil hingga lebaran Idul Fitri 2018 ini. Sebab, warga masyarakat sangat berharap akan kestabilan harga terlebih pada sembilan bahan pokok, daging sapi, ayam, telur dan ikan. Seperti yang dikroscek petugas Bupati dan Wakil Bupati apa awal-awal puasa kemarin(22/5/2018).

Salah satu pedagang di pasar Tebing Tinggi, Siti Munawaroh mengatakan, kenaikan harga sejumlah sembako terjadi dalam sepekan terakhir. Dampaknya pada pembeli ataupun pelanggannya sehari-hari berkurang.

Diakuinya, bahwa harga sembako yang mengalami kenaikan antara lain beras naik Rp. 25 ribu per karung ukuran 20 kilogram menjadi Rp. 225 ribu, sebelumnya hanya Rp. 200 ribu.

“Jagung manis juga mengalami kenaikan Rp. 2 ribu perkilogram, dari Rp. 6 ribu menjadi Rp. 8 ribu perkilogram,” ungkapnya, Selasa (22/5/2018).

Kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi, dari Rp. 100 ribu menjadi Rp. 120 ribu perkilogram. Daging ayam dari Rp. 30 ribu perkilogram naik menjadi Rp. 38 ribu perkilogram, ikan nila dari Rp. 28 ribu perkilogram menjadi Rp. 30 ribu perkilogram.

Harga telur juga mengalami kenaikan, dari Rp. 36 ribu menjadi Rp. 40 ribu perkarpetnya, susu kaleng dari Rp. 10 ribu perkaleng naik menjadi Rp. 12 ribu.

Sedangkan untuk harga cabe merah Rp. 60 ribu perkilogram sebelumnya Rp. 50 ribu perkilogram. Bawang merah Rp. 40 ribu perkilogram sebelumnya Rp. 30 perkilogram. Bawang putih Rp. 40 ribu perkilogram sebelumnya Rp. 30 ribu perkilogram.

“Hampir seluruh sembako selama bulan puasa ini mengalami kenaikan. Sementara yang masih normal harganya yakni garam dan minyak goreng saja,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga sembako ini sudah biasa terjadi setiap akan memasuki bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Memang biasa terjadi, mungkin permintaan tinggi, banyak masyarakat membutuhkan sembako untuk menyambut Ramadhan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan, Rachmad Eddy ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa hal seperti ini sudah menjadi hukum permintaan dan penawaran, banyak permintaan dengan stok barang sedikit sudah tentu harga akan naik.

“Itu sudah hukum permintaan penawaran pasar, akan tetapi kenaikan harga tersebut haruslah yang sewajarnya.” ujarnya.

Ditambahkan Eddy, untuk memantau dan mengantisipasi kenaikan harga tersebut, pihaknya akan akan memantau di empat titik Pasar di Kabupaten Magetan.

“Ramadhan sudah berjalan 6 hari petugas kita akan melakukan pemantauan harga bahan pokok di empat titik yakni Pasar Sayur, Pasar Gorang Garen, Pasar Barat dan Pasar Plaosan,”pungkas dia. (Gal)

 

 

News Feed