oleh

Banyak pemenang Lelang Yang Menurunkan Harga Lebih Dari 25% Dibanding Pagu, Mutu Proyek Perlu diPertanyakan

Salah satu contoh Bangunan Jembatan yang roboh akibat Tidak memperhatikan standart mutu

Beritatrends.com, Magetan – Dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi di Indonesia, ditemui banyak kegagalan konstruksi dengan penyebabnya salah satunya akibat pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Salah satu contoh kejadian runtuhnya jembatan kukur (Samarinda) baru-baru belum lama, rusak dan runtuhya beberapa bangunan sekolah yang baru di bangun, dan lain sebagainya menunjukan masih rendahnya kepedulian terhadap pelaksanaan konstruksi yang memenuhi kualitas yang diharapkan.

Dan dari hasil penyelidikan, kegagalan konstruksi banyak disebabkan karena tidak diterapkannya standar kualitas pelaksanaan konstruksi dan tidak sesuainya mutu hasil pekerjaan yang mana secara umum tidak mengikuti arahan mutu sebagaimana diatur dalam dokumen spesifikasi teknis masing-masing pekerjaan.

Menurut pengamat pambanguan di Magetan Kamto mengatakan, setiap proyek tentu diharapkan bisa berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai perencanaan.

Untuk proyek-proyek yang merupakan pesanan konsumen, tentunya pihak kontraktor ingin agar proyek mencapai hasil sesuai harapan konsumen.

Namun tak bisa dipungkiri ada beberapa hal tak terduga yang bisa saja terjadi dan proyek yang sedang dikerjakan tidak berjalan sesuai dengan perencanaan.

Menurut Kamto untuk mencegah hal itu, perlu dibutuhkan pengendalian mutu proyek,“Pengendalian mutu proyek dapat dikerjakan oleh sebuah tim yang dikepalai oleh seorang manager atau kalau di instasi pemerintahan namanya pimpro. Sebelum proyek dimulai, tim hendaknya sudah dibentuk dan dilakukan penunjukan untuk mengepalai tim. Orang yang ditunjuk untuk menjadi manager atau Pimpinan Proyek (Pimpro) harus disetujui oleh pemberi proyek,” ucapnya.

“Manager/Pimpro pengendalian mutu ini nantinya akan melaporkan pekerjaan-pekerjaannya secara langsung kepada pemilik proyek,”terang Kamto kepada Beritatrends.com, Senin (21/5/2018).

Makanya untuk proyek yang ada di Magetan seharusnya dalam pelelangan harus di cermati dengan seksama jangan asal yang paling rendah yang menjadi pemenang, apa bisa di pertanggungjawabkan mutunya.

“Jadi dengan kejadian-kejadian yang kita lihat di selama ini di media cetak, online dan TV terkait bangunan yang runtuh dan ambrol akibat suatu mutu, kami berharap jangan terjadi di Magetan, ini bisa memalukan,”ucap Kamto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ir. Hergunadi melalui Kepala Bidang Bina Marga PUPR Magetan Ir. Muchtar mengatakan, pengendalian mutu dalam sebuah proyek terdiri dari tiga langkah utama yakni perencanaan mutu, pengendalian mutu, dan peningkatan kualitas.

Lannjutnya, pada langkah perencanaan mutu dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan konsumen, kemudian dibuatlah rancangan proyek yang sesuai kebutuhan konsumen dan rancangan proses pembuatan proyek sesuai dengan rancangan proyek.

Sedangkan pada langkah pengendalian mutu, dilakukan identifikasi faktor-faktor yang harus diperhatikan, mengembangkan metode pengukuran mutu, mengembangkan standar, dan mengembangkan alat pengendalian mutu.

Dan pada langkah peningkatan kualitas, dilakukan tindakan yang diperlukan bila terjadi ketidaksesuaian antara kondisi standar dan kondisi aktual di lapangan. Tindakan ini bisa berupa penyesuaian ataupun perbaikan.

“Apabila pemenang tender dengan penawaran penurunan lebih dari pada 25% keatas silahkan saja sepanjang bisa dipertanggung jawabkan pengerjaannya namun kita tidak toleransi mengenai mutu dan tidak masuk selisih di Variable Quantity serta resikonya mereka sendiri yang akan menanggungnya,”tegas Muchtar. (Gal)

News Feed