oleh

Warga Pertayakan Ganti Rugi Rencana Pembuatan Embung di Desa Pendem

Ilustrasi salah satu lahan yang akan di jadikan embung oleh pemerintah setempat

Beritatrends.com, Magetan – Masyarakat pertanyaan uang ganti rugi pembuatan embung di Desa Pendem kecamatan Ngariboyo lantaran sudah disurvey, diukur serta difoto, masyarakat merasa tanah diperlukan untuk pembangunan embung, warga Kampung setempat mempertanyakan kepada Dinas Pengairan setempat. Pasalnya, selama rencana pembangunan embung, yang akan dikerjakan 2018/2019 ini, tidak ada kejelasan, sosialisai maupun ganti rugi lahan yang digunakan oleh pemerintah.

Salah satu pemilik tanah salah alamat mempertanyakan mengenai ganti ke kantor Beritatrends.com Magetan, pasalnya mengaku lahanya yang akan di pakai untuk embung mempertanyakan uang ganti rugi, jangan seperti wilayah lain setelah di bangun uang ganti rugi tak kunjung datang, jangan-jangan namanya telah dicatut untuk data persetujuan pembangunan embung. Dengan cara membubuhkan cap jempol di Dinas Pengairan.

“Saya setuju lahan kami di pergunakan untuk embung tapi harus jelas dulu hitungannya, kami tidak mau kejadian seperti ditempat lain,”kata salah satu warga pemilik tanah pembangunan embung Dinas Pengairan Magetan, Minggu (20/5/2018).

Dengan adanya tilpon nyasar ke kantor Pojok Kiri Magetan tersebut akhirnya awak media Online Beritatrends.com menghubungi Kabag Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Kabupaten Magetan Yulianto K Iswahyusi, dia mengatakan, ganti rugi tanah untuk pembangunan embung itu, sudah kita ajukan ke Bupati Magetan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) namun hingga kini belum ada perkembangan dari Bappeda. Kami selaku Kabag SDA maunya, sebelum embung itu dibangun untusan dengan masyarakat pemilik tanah harus selesai dulu agar kedepat wak pengerjaanya tidal ada kendala.

“Kami sudah ajukan namun belum tahu sampai dimana perkembangannya, memang untuk proyek pembuatan embung sudah dilelangkan, tapi menurut info gagal lelang dan di lelangkan kembali, kami juga belum mendapatkan kepastian dimenangkan siapa karena itu urusan pusat, untungnya proyek embung tersebut di lelang ulang, kalau sudah ada pemenangnya kita akan kelabakan karena lahan rencana buat embung belum jelas untuk ganti ruginya,”ucap Yuli. Kepada Beritatrends, Minggu (20/5/2018) Via Hand Phone.

Terkait jumlah lahan yang digunakan untuk embung, Yuli mengaku jika total keseluruhan tanah yang akan dibebaskan oleh PUPR sebanyak 5 hektare. “Totalnya 5 hektare, sampai saat ini belum ada satupun pemilik tanah yang mendapatkan ganti rugi karena masih dalam pengajuan kemungkinan belum ada persetujuan,” imbuhnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Magetan, Purnomo mengatakan, memang betul pihak SDA PUPR Kabupaten Magetan sudah mengajukan permohonan anggaran untuk pembebasan lahan embung yang berada di Desa Pendem, namun untuk saampai saat sekarang pelum ada petunjuk dari Bupati, toh pun kalau proses lelang sudah kelar dan sudah ketahuan siapa pemenangnya, kami perkirakan anggaran akan turun pada PAK antara bulan Sembilan, ya kita tunggu saja prosesnya.

“Terus terang proyek embung tersebut merupakan program Magetan, dan saat itu yang mengajukan saya sewaktu menjadi kepala Dinas Pengairan, makanya kita harus dukung, namun semua melalui proses tidak bisa grusa-grusu,”pungkas Purnomo. (Gal)

News Feed