oleh

Launching Jumantika Kabupaten Magetan Dipusatkan Di Desa Taman Arum

Launching Jumantika dipusatkan di Desa Taman Arum Kecamatan Parang, Pemegang Program DBD se Kab. Magetan Lintas Sektor, Selasa (15/5/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Dinas Kesehatan kembali menggalakkan gerakan satu rumah satu jumantika (juru pemantau jentik). Jika di setiap rumah ada satu anggota keluarga yang menjadi jumantik, diharapkan dapat mencegah kasus demam berdarah.

“Upaya pencegahan DBD masih sangat diperlukan oleh bangsa ini. Jumantika di rumah lah yang bisa memasuki ruang-ruang privat di rumah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Selasa (15/5/2018).

Lanjutnya, Jumantik merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan penyakit DBD di suatu lingkungan dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus. “Cara 3M Plus adalah menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas, plus mencegah dari gigitan nyamuk. Meski cara mencegah DBD ini sudah lama diperkenalkan, belum semua lingkungan masyarakat yang melakukannya,”jelasnya.

Salah satu daerah yang menjalankan gerakan 1 rumah 1 jumantika adalah Kabupaten Magetan Jawa Timur yang di pusatkan di Desa Taman Arum Kecamatan Parang.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Magetan Furiana Kartini mengatakan, Kabupaten Magetan Selatan menjadi daerah percontohan untuk pencegahan DBD yang akan terus dipantau. Peserta Kepala Pukesmas Kecamatan Parang, Kepala Desa/ Kelurahan dan Ibu-ibu se Kecamatan Parang Pemegang Program DBD Se-Kabupaten Magetan Lintas Sektor

“Sosialisasi dan penerapan satu rumah satu jumantik ini mulai dari wilayah RT, kemudian RW, kelurahan, kecamatan, hingga berlanjut untuk menjangkau daerah yang lebih luas lagi,”ucap Furi.

Ditambahka Furi, jika setiap keluarga berjumlah 4 orang dengan jumlah penduduk Kabupaten Magetan lebih kurang dari 700 ribu penduduk, maka diharapkan ada 175 ribu Jumantik di Magetan. Kegiatan jumantik ini harus dilakukan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. “Jangan lengah sehari pun, kegiatan PSN dengan 3M Plus harus dilakukan setidaknya setiap minggu,”kata Furi.

Ditambahkan Asisten I Kabupaten Magetan Hari Suyanto mengatakan, sosialisasi penegahan DBD harus dilakukan terus menerus karena Indonesia dan khususnya Kabupaten Magetan merupakan wilayah endemis DBD.

“Ujung tombak pemberantasan sarang nyamuk yang menjadi sumber penularan penyakit adalah juru pemantau jentik. Sayangnya, kegiatan berbasis masyarakat di sejumlah daerah itu tak berjalan rutin, bahkan kehadirannya ditolak sebagian warga. Kini, tiap rumah diharapkan memiliki satu jumantik dari anggota keluarga,”ujuar Hari.

Sambil melauncing Jumantika, Hari berharap kepada para juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk berkeliling kampung, memeriksa tempat sampah, kebun, dan rumah warga. Tujuan mereka hanya satu: memburu jentik nyamuk.

“Sejumlah jumantik bersama petugas puskesmas setempat berkunjung ke rumah warga membawa formulir isian data dan hasil temuan jentik. Mereka ditarget memeriksa minimal 50 rumah sebulan. Di dalam rumah warga, jumantik memeriksa tempat yang berpotensi ada jentik, seperti dispenser air minum, bak mandi, pot tanaman, dan ban bekas, dengan memakai lampu senter. Begitu menemukan jentik, para kader membantu menguras dan membersihkannya agar telur nyamuk di dinding tempat penampungan air tidak ada lagi,”pungkasnya. (gal)

 

News Feed