oleh

Kemendikbud Ingin Kurangi Beban Kerja Guru, Diucapkan Pada Seminar Akbar Nasional Hardiknas 2018 di Magetan

Kemendikbud saat menndatangani Prasasti Gerakan Literasi Sekolah pada Seminar Akbar Nasional Hardiknas 2018 di Kabupaten Magetan

Beritatrends.com, Magetan – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), prof. Dr. Muhadjir Effendy M.PA ingin membenahi beban kerja guru guna penguatan pendidikan katakter siswa. itu dikatakan dalam seminar nasional Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 kabupaten Magetan yang berlangsung di Gor Ki Mageti Magetan, Jum’at (11/5/2018)..

Seminar Nasional tersebut bertemakan, Peningkatan mutu pendidikan yang berkarakter dan berprestasi di kabupaten Magetan, diikuti oleh peserta guru pendidik PAUD, SD dan SMP se-Kabupaten Magetan.

Selain menekankan Kemendikbud Ingin Kurangi Beban Kerja Guru Di Magetan karakter, Mendikbud juga menerangkan tentang penerapan Peraturan Menteri (Permen) nomor 68 tahun 1995 tentang kewajiban guru mengajar hanya 5 hari kerja dalam semingu, yaitu hanya 8 jam sehari. Karena, kewajiban 24 jam waktu mengajar selama seminggu itu dinilai sangat memberatkan.

Salah satu contohnya, kata Muhadjir, mengenai total jam mengajar harus 24 jam bagi guru selama seminggu, dengan kewajiban itu, guru yang tidak mencukupi jam mengajarnya terpaksa banyak meninggalkan sekolah karena harus mengajar di sekolah lain demi memenuhi kewajiban total jam mengajar 24 jam itu.

“Akhirnya sekolah tempatnya mengajar kosong, hanya diisi guru honorer. Lha guru honorer iri, karena gaji rendah, tapi diberi tugas yang berat akhirnya juga meninggalkan sekolah itu,” kata Muhadjir Effendy.

Di akhir kata sebagai Nara Sumber, Muhadjir Effendi juga sempat menyinggung soal kepala sekolah. Menurutnya, nanti kepala sekolah tidak lagi diwajibkan mengajar dan akan mengeluarkan peraturan menteri tentang kepala sekolah “Tugas kepala sekolah itu bikin sekolahnya maju, muridnya pintar, dan buat gurunya sejahtera. jadi harus di perhatikan,” jelasnya

Kepala sekolah itu adalah manager. “Tugasnya adalah memperhatikan managerial sekolahnya, memikirkan bagaimana pendidikan berlangsung dengan baik. Tidak harus lagi dibebankan jadwal mengajar,”pungkasnya Muhadjir. (Gal)

News Feed