oleh

Forum Group Diskusi Kontraktor Se- Magetan Bersama Polres

Acara FGD di Polres Magetan

Beritatrends.com, Magetan – Di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan telah dilaksanakan Kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) dan Silahturahmi Kapolres Magetan dengan para Pengusaha jasa Kontruksi, Selasa (8/5/2018)

Acara tersebut dihadiri Kapolres Magetan AKBP Muslimin,S.I.K, Wakapolres Magetan Kompol Asih Dwi Yuliati,S.I.K., M. Si., Kepala PU Kabupaten Magetan Ir. Hergunadi, Para Kasat Polres Magetan, Kasubag Hukum Polres Magetan dan Pengusaha Jasa Kontruksi yang berjumlah 70 orang.

Dalam sambutannya Kapolres Magetan, Muslimin mengatakan, diketahui rata-rata pengusaha di daerah Surabaya, Gresik , Sidoarjo perkembangannya sangatlah pesat. Di Kabupaten Magetan sendiri, para  pengusaha juga akan lebih maju namun para pengusaha biasanya memiliki permasalahan terkait dengan Dokumen, diharapkan untuk Magetan para pengusaha tidak ada permasalahan terkait Dokumen.

“Indonesia di tahun 2030 nantinya beristimasi menjadi negara nomor 5 kekuatan ekonomi di dunia, namun kendalanya hanyalah perpecahan antar warganya. Maka kita berharap perpecahan tidak terjadi di level Kabupaten agar antar pengusaha dan masyarakat dapat saling meningkatkan sektor ekonomi,”ucap Muslimin

Lanjutnya, disektor pembangunan sangatlah baik, dikarenakan adanya potensi wisata yang bagus. Magetan tidak ada pengusaha-pengusaha Jasa Konstruksi yang tidak mematuhi aturan, kedepan apabila ada pengusaha Jasa Konstruksi yang melanggar maka akan diproses sesuai hukum yang ada. “Mari kita jaga bersama wilayah Magetan agar aman serta mempunyai ekonomi pembangunan yang baik sehingga dapat menjadi contoh wilayah lainnya,”ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Magetan Hergunadi mengatakan, terkait proses lelang yang intinya pada saat melaksanakan proses lelang itu harus mengikuti aturan yang ada. Pada saat penawaran lelang pengusaha harus mempelajari aturan yang ada, agar tidak ada permasalahan dikemudian hari. Selain itu tujuannya ketika nantinya di cek oleh BPK kita tidak melanggar aturan.

“Pada saat penandatanganan kontrak kedudukan kita sama maka jangan ada yang takut satu sama lain, makan  sebelum penandatangan kontak harus dicek dan dipelajari kembali seluruh dokumen yang ada,”terang Hergunadi.

Lanjutnya, saat penandatangan kontrak kita harus terbuka terkait pasal yang tercantum pada kontrak, agar ketika ada pengecekan tidak ada pelanggaran speck dan tidak melanggar aturan. “Maka saat pelaksanaan kegiatan kontruksi kita harus benar-benar mengerti dan paham akan aturan yang telah di tetapkan,”ucapnya.

Menurut Aktifis yang aktif monitoring pembangunan di Magetan Kamto Padas mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sangat baik bisa saling mengingatkan satu dengan yang lain, itu semua dalam rangka upaya menciptakan pembangunan Infrastukstur yang berkualitas di Kabupaten Magetan.

“Namun anehnya di Magetan selama ini semenjak kami mengamati, ternyata pengusaha yang mengerjakan di salah satu dinas contoh perternakan dan perikanan yang kerja atau yang mendapatkan proyek hanya kontraktor itu-itu saja, artinya di sini yang bisa makan hanya kontraktor yang kuat atau kontraktor yang punya hubungan baik dengan pengguna anggaran,”ucap Kamto.

Sedangkan kontraktor ingin mendapatkan proyek terpaksa harus melelang dengan harga yang rendah, kalau tidak begitu tidak bisa bekerja, lalu kalau pengguna anggaran itu jeli biar mutu pekerjaan lebih baik seharusnya harga terendah jangan di menangkan karena dengan perhitungan atau perencanaan yang telah disetujui melalui sebuah kesepakatan.

“Kalau boleh jujur selama ini yang mengerjakan proyek CV atau PT nya ya itu itu saja padahal ada aturan satu CV atau PT maksimal bisa mengerjakan sekian proyek,”pungkas Kamto (gal)

 

News Feed