oleh

Workshop Dan Pelatihan Desa Wisata Upaya Pemkab Ponorogo Genjot Potensi Destinasi Wisata Daerah

Kepala Dinas Pariwisata Plt Drh. Sapto Djatmiko dan Kabid Pengembangan Produk dan Promosi Wisata Farida Nuraini, S.Sos memberikan pembina dan pelatihan kepada pelaku Desa Wisata

Beritatrends.com, Ponorogo – Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo terus berupaya, memperhatikan dan menggali serta menggenjot potensi-potensi wisata lain yang berbentuk obyek wisata sebagai embrio daya tarik destinasi wisata lain yaitu wisata desa.

Sebab tidak hanya di Ponorogo yang memiliki kesenian khas yang sudah mendunia yaitu reog dan wisata alam eksotis telaga Ngebel, ternyata banyak desa-desa yang memiliki kekhasan, baik budaya, kuliner, sosial masyarakat, maupun pemandangan alamnya yang menakjubkan.

Sehingga desa punya kekhasan tersebut dan telah dikunjungi wisatawan dan berhasil menciptakan iklim pariwisata di dalam atau sekitarnya sebagai desa wisata yang sekarang ini sedang tumbuh dan mulai berkembang di Ponorogo.

Seperti Desa Karangpatihan, di Kecamatan Balong, bisa dibilang sebagai pelopornya. Kemudian disusul desa-desa lain seperti Desa Selur di Ngrayun, Desa Bedingin di Sambit, Desa Kupuk di Bungkal, dan yang terakhir cukup mencuri perhatian adalah Desa Glinggang di Sampung.

Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo, Plt. Drh. Sapto Djatmiko saat dikonfirmasi mengatakan untuk mewadahi dan mengawal pengembangan desa-desa wisata tersebut, Dinas Pariwisata melakukan Pembinaan Desa Wisata dan Pelatihan Pemandu Wisata.

“Dengan adanya kegiatan Workshop Desa Wisata tersebut, diharapkan nantinya desa yang akan terpilih menjadi paket wisata Ponorogo tahun 2018 ini akan tampil menjadi desa wisata yang mampu meningkatkan kapasitas ekonominya melalui pemanfaatan potensi yang ada, “kata Sapto, Senen (7/5).

Sapto menambahkan, Desa Wisata yang terpilih menjadi pilot project diberi pembinaan dan pelatihan dalam pengemasan paket wisata dan sekaligus mempromosikan Desa Wisatanya, mulai dari atraksi wisata, homsty dari yang dulunya offline menjadi online.

“Selain itu, kegiatan Workshop desa wisata dan pemandu wisata ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Pariwisata untuk mewujudkan di tahun 2018 Kabupaten Ponorogo punya paket wisata terbaik di Jawa Timur, “imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Produk dan Promosi Pariwisata, Farida Nuraini, S.Sos menuturkan dalam Workshop tersebut mengambil tempat di Rumah Budaya Desa Glinggang yang dihadiri oleh perwakilan pengelola dari 30 Desa Wisata dan Pokdarwis se-Ponorogo.

“Dari hasil pembangunan dan pelatihan ternyata belum ada kesepahaman yang baik terhadap konsep desa wisata; pengertian desa wisata itu apa, proses pengembangan desa wisata itu bagaimana, itu yang belum betul-betul dipahami. Untuk itu kami mendatangkan ahli, yaitu praktisi budaya dari Yogyakarta, serta anggota tim percepatan pembangunan wisata desa di bawah Kementerian Pariwisata, “tutur Farida.

Lebih lanjut Farida menyatakan untuk itu pihaknya akan terus menggelar program serupa kedepannya agar desa-desa lain yang belum mengerti mempunyai wawasan dan pengetahuan untuk menggenjot potensi desa wisatanya.

“Sementara, untuk penyelenggaraan pertama ini ada 30 Desa Wisata yang diundang untuk pembinaan. Untuk tahap kedua, kemungkinan kalau ada penambahan anggaran dari PAK, akan kita laksanakan bulan November atau Desember. Diharapkan dengan ini nantinya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pengembangan potensi wisata di desa-desa, “ujarnya.(Sul)

News Feed