oleh

Saat Panen Pedet Di Magetan Menteri Pertanian Tampak Sumringah

Dengan senyuman khas Mentan saat melihat indukan sapi di Magetan, Senin (7/5/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI patut berbangga hati, program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dilakukan Kabupaten  Magetan, membuahkan hasil yang maksimal.

Karena itu Andi Amran Sulaiman meninjau langsung ke Lapangan Desa Cepoko, Sesampainya di sana, wajah Mentan Amrah terlihat sumringah saat berpose dengan beberapa sapi hasil Upsus Siwab. Amran sekaligus meresmikan panen anak sapi atau pedet potong hasil Program Upsus Siwab Nasional yang dicanangkan sejak 2017 lalu.

“Ada sekitar 6000 ekor pedet hasil Upsus Siwab di sini, saya merasa bangga terhadap pencapaian yang dilakukan Magetan,” kata Amran di sela-sela kegiatan peresmian di Magetan, Senin (7/5).

Pada kesempatan yang sama, Amran menjelaskan sejak menjalankan program Upsus Siwab, setidaknya 5.027.120 sapi betina di Magetan disertakan dalam program inseminasi buatan (IB). Dari total tersebut, sapi betina yang bunting mencapai 2.236.934 ekor dengan jumlah kelahiran mencapai 1.080.334 ekor. Upaya tersebut senada dengan komitmen Kementan yang ingin mewujudkan swasembada protein hewani di Indonesia.

Untuk merealisasikannya, Kementan akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi guna mempercepat swasembada protein di tanah air. “Swasembada protein hewani tak sebatas pada daging sapi saja. Tapi juga hewan ternak lain seperti ayam, kambing, kelinci dan domba,”ucap Amran.

Kegiatan peninjauan yang dilakukan Mentan turut dihadiri rombongan dari kementrian RI, juga hadir angota Komisi IV DPR RI, Drs. H. Ibnu Multazam, Dirjen peternakan dan kesehatan hewan kementrian RI, asisten Teritorial kepala Magetan Angkatan Darat Kasdam V Brawijaya, Bupati Magetan Dr. Drs. H. Sumantri, MM beserta Forkopimda. Serta kepala dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur dan Kepala dinas pertanian dan perternakan Se-Jawa Timur.

Bupati Magetan Sumantri dalam sambutannya mengatakan, kalau dari sumber protein sapi saja masih terlalu mahal, perlu komunitas lain, ungas, kelinci dan lainya. kami masih perlu bantuan dari pusat. “Sebagai salah satu upaya untuk memberikan Stimulasi sekaligus motivasi kepada peternak untuk terus menghasilkan bibit ternak yang berkualitas sekaligus sebagai momentum untuk merayakan keberhasilan pembagunan peternakan Indonesia, khusunya di Jawa Timur, serta untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi,”ucap Sumantri

Sedangkan DPR RI, Ibnu Mutazam mengatakan, Magetan adalah salah satu central sapi yang mencukupi daging di Jakarta. “Kami mengapresiasi kedatangan Kementan yang selalu pasang badan kepada barang dan bahan yang sifatnya impor dengan tujuan menyetabilkan dan menaikan harga lokal, dari target  siwab 3 juta di Indonesia yang bunting, 1,3 juta berada di Jawa Timur, kalau kita gerakan ini terus, kita akan mampu mengekpor daging, bukan impor daging lagi,”ucap Mutazam.

Pada kesepatan Panen Pedet Mentan membantu para petani antara lain, pengelolaan Air irigasi untuk pertanian dengan jumlah total Rp.312.000.000 dengan nilai per paket Rp. 78.000.000, diterima lewat perwakilan Suyatno, kelompok Tani Mulyo Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Magetan.

Bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk pemanfaatan pekarangan pangan dengan jumplah total Rp. 200.000.000,- dengan nilai per paket Rp.50.000.000 kepada kelompok Wanita Tani Serut Jaya perwakilan penerima Asroti Laili.

Bantuan sarana Produksi dan Ternak bagi masyarakat melalui budidaya ternak sejumplah 234.200.000  kelompok Margo Mulyo, secara simbolis diterima oleh Samid Sucahyono ketua kelompok Margo Mulyo. Dan bantuan untuk Kelompok Tani ternak Muncul Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan Sejumpalh Rp. 99.000.000, Masing-masing Rp.33.000.000. (Gal)

News Feed