oleh

Kepala Dinas Ditanya Soal Anggaran Panen Pedet Enggan Menjawab

Salah satu anak sapi yang stres keluar dari kandangnya diamankan oleh petugas, Minggu (6/5/2018)

Beritatrends.com, Magetan  – Diketahui Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan pada tahun 2017 panen pedet sebanyak 19 ribu anak sapi/pedet dan di tahun 2018 antara bulan Januari – Mei sudah mencapai sekitar 6000 anak sapi/pedet.

Rencananya panen raya digelar di Lapangan Desa Cepoko Kecamatan Panekan, Senin (7/5/2018) yang akan di hadiri  menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Selain panen anak sapi, Pemeritah Kabupaten  Magetan juga akan menyuguhkan mulai dari prodak olahan dari ternak, lomba mewarnai heran, seminar peternakan dan di hibur oleh Campursari.

Kepala Dinas Peternakan da Perikanan Kabupaten Magetan Kustini melalui Kepala Bidang Produksi dan perternakan Nur Hariyani mengatakan, Magetan adalah salah satu penyaplai ke beberapa daerah seperti Jakarta dan Sekitarnya, Jawa Barat, Surabaya dan daerah di Karesidinan Madiun.

“Anak sapi anak sapi tersebut merupakan inseminasi buatan (IB), pengembangan ternak sapi di Magetan selain melalui perternakan modem (besar), juga melalui peternakan masyarakat. Program inseminasi buatan merupakan upaya untuk meningkatkan produksi sapi di masyarakat,”ucap Nur, Minggu (6/5/2018).

Ditambahkan Nur, kita kumpulkan kurang lebih 1200 sapi hasil Inseminasi Buatan(IB) dari 46 petugas kita yang tersebar di Kabupaten Magetan, ada juga pejantan Extrim dan indukan, ada pun petugas dan sapi-sapinya, sudah kita penuhi untuk transport dan pakan ternak sapi mereka, konsentrat selama 2 hari disini.

“Kita juga akan lakukan IB bersama Bapak Mentan, sudah kita siapkan sekitar 50 ekor yang sudah disongkronisasi birahi, kalau masalah angaran kita belum bisa sebutkan. yang jelas acara ini disangga oleh Provinsi, Kabupaten dan Pusat, semua turun tanggan disini,”jelasnya.

Di Magetan , menjadi lumbung ternak sapi utama, jumlah ternak mencapai lebih dari seratus ribu ekor, pameran panen pedet menjadi sasaran kampanye untuk meningkatkan komsumsi daging di Magetan karena selama ini terbilang masih rendah. “Kita ingin berkampanye meningkatkan komsumsi daging, karena kosumsi daging kita masih rendah.

Ditanya soal anggaran untuk mengadakan acara panen pedet Kepala Dinas Perternakan Kustini lewat Whatsapp hanya di baca, begitu juga dengan Peno Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan saat di temui Beritatrends terkait anggaran mengadakan panen pedet melempar ke Kepala Dinas.

Ini tidak ada keterbukaan mengenai anggaran biaya saat mengadakan acara panen pedet yang rencana akan di hadiri oleh Menteri Pertanian, artinya acara ini hanya untuk menghambur hamburkan uang Negara, karena tidak ada keterbukaan.

Ditempat yang sama salah satu pemilik anak sapi/pedet dari Plaosan Suwardi mengatakan, kami diundang untuk berpartisipasi mengirim pedet untuk acara besuk pagi, katanya Bapak Menteri Pertanian akan rawuh (datang) ke Magetan.

“Kami hanya diganti per sapi 75 ribu selama ikut acara panen pedet, pedet diambil oleh dinas, makanan dan cobor disiapakan, kami di kasih makan pagi siang dan sore,”ucap Suwardi, Minggu (6/5/2018).

Ditambahnya, memang acara seperti ini pedet bisa stress, itu mas lihat sediri ada yang lepas dari tempat yang disediakan karena pedet harus adaptasi dengan linggkungan yang baru seperti sekarang ini, kami pasrah mas karena ini perintah dari dinas.

Ditempat yang berbeda salah satu aktifis Kamto yang selalu memperhatikan perkembangan Kabupaten Magetan mengatakan, seharusnya pihak dinas harus terbuka mengenai anggran yang telah dikeluarkan untuk mengadakan acara panen pedet di Magetan.

“Ini harus di jawab karena masyarakat biar tahu kalau acara serimunial seperti ini yakin anggarannya pasti besar, seandainya uang untuk membuat acara ini di belikan sapi tentunya sudah mendapat berapa sapi betina dalam jangka waktu tertentu pasti akan berkembang biak lebih banyak,”pungkas Kamto. (Gal)

News Feed