oleh

Terjadi Suara Tembakan di Hay Cafe, Kenapa terlapor Tidak Ditahan ?

Kapolsek Kota Magetan bersama anggota olah TKP kejadian penganiayaan pemukulan dengan pistol, Jumat (27/4/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Pegawai Hay cafe Magetan, Yuli Prastyo (28) , warga Tambran, Magetan mendatangi Polsek Kota Magetan, Kamis (26/04/2017) malam. Pemuda itu mengaku menjadi korban penganiayaan oleh ES (35), warga Jalan Dr. Sutomo Rt 04 RW 03 Selosari, Kecamatan Magetan sewaktu berkunjung di cafe tempat Yuli bekerja.

Dia, sudah menjadi karyawan sembilan bulan itu terlibat cekcok dengan pengunjung, karena banyak asap rokok, konsumen membuka pintu, dan karyawan menutup lagi dan dan akhirnya ES marah terhadap Yuli. “Muka saya dihantam dengan Pistol,”ucap Yuli kepada Beritatrends.

Lanjut Yuli, setelah kejadian saya langsung melaporkan kejuadian ini ke Polsek Kota Magetan, saat itu juga pihak ke Polisian menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP).

Kapolsek Kota Magetan AKP Munir mengatakan, kasus ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan aparat Polsek kota Magetan. “Memang ada yang melaporkan sekitar pukul 20.00 WIB, memang terjadi keributan,”ucap Munir kepada media.

Tambah Munir, laporan dari masyarakat tersebut langsung kami cek  ke TKP, karyawan yang melaporkan sempat berkata dipukul memakai senjata api. Bahkan ada informasi juga, sempat terjadi suara tembakan.

“Korban sudah di cek visum dan boleh pulang, karena ringan kami masih mendalami modusnya, kita juga belum tahu, terlapor mendapatkan Air Shof Gunya dari mana,” kata Munir Kapolsek Kota Magetan.

Lanjutnya, terlapor belum bisa ditahan, karena hanya penganiayaan ringan pasal 352. “Dan Air Soft Gun Jericho 941, 177″ CALIBER-4.5 mm menjadi barang bukti sudah kita amankan senjata jenis Air Shof Gun, beserta 14 butir peluru gotri,” terang Munir.

Ditempat yang berbeda, Aktifis dari LSM Walidasa Cabang Magetan, Mulyadi Jenggot mengatakan, Polisi harus tegas dalam menangani laporan dari masyarakat yang teraniaya, seringan apapun penganiaayaan tersebut harus benar-benar dsi tangani sampai tuntas apa lagi membawa senjata Air Soft Gun, asal dari mana, punya ijin apa tidak.

“Contoh saya peristiwa Bayu salah satu Pegawai Dinas Lingkungan Hidup memukul teman sekerjanya padahal saat itu Bayu memperjuangkan nasibnya didalam suatu pekerjaan,. Tapi nyatanya juga ngandang masuk bui hanya karena tak sengaja kesikut,”ucap Jenggot kepada media ini..

Kalau Kepolisian sebagai penegak hukum tidak menindak lanjuti perkara ini ada apa di belakang semua ini, terus terang saya selaku aktifis secara tegas berharap kepada penegak hokum jangan tebang pilih dalam menangani kasus ini, sehingga citra penegak hokum tidak seperti harapan yang di inginkan masayarakat. “Katanya hukum sebagai Panglima di Indonesia, buktikan kalau kasus itu jelas melanggar yang sudah menganiaya karyawan salah satu tempat hiburan di Magetan,”pungkas Jenggot (G.Lih/Lak)

News Feed