oleh

Membahayakan Pejalan Kaki,Trotoar Berlobang di Depan Pengadilan Negeri Magetan

Ini Trotoar yang di bongkar lima bulan yang lalu hingga kini tidak diperbaiki, Rabu (25/4/2016)

Beritatrends.com, Magetan – Aktifis Gerindra dan juga mantan anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai PDI Perjuangan, Jumali mengkritik pembongkaran trotoar di beberapa titik dari depan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga paska terseretnya dua anak masuk gorong – gorong pada kamis (17/11/2017) pukul 13:00 WIB lima bulan yang lalu, dalam pencarian korban BPBD Kabupaten Magetan bekerja sama dengan instansi terkait melakukan pembongkaran di beberapa titik trotoar guna untuk pencarian korban.

Hingga kini sejak kejadian itu, trotoar tersebut dibiarkan,  ini  membahayakan pejalan kaki, padahal lebih dari lima bulan kejadian tersebut, trotoar tersebut semuanya letaknya di depan kantor milik pemerintah Kabupaten Magetan dan ini bukan termasuk trotoar yang dibongkar itu tapi seluruh pembanguan trotoar yang ada di Magetan pengerjaannya tidak tuntas satu anggaran langsung kelar ini terkasan seperti pecah paket.

Kritik ini disampaikan Jumali  saat berjalan kaki dari Pabrik Kulit Carmayasa menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan untuk melihat hasil sidang pleno penentuan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan serta Gubernur dan Wakil Gubernur pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Saya berjalan kaki dari Pabrik Kulit Carmayasa lantaran kendaraan yang saya tumpangi kempes bannya, dari pada nunggu lama di penambal ban, saya tinggal lalu berjalan kaki menuju Kantor KPU, ternyata sepanjang perjalanan trotoar yang di bongkar saat kejadian korban terseretnya dua anak lima bulan yang lalu hingga kini belum dipernbaiki seperti semula, ini membahayakan pejalan kaki karena di bawah trotoar tersebut ada gorong-gorongnya dan termasuk dalam,”terang Jumali kepada Beritatrends, Rabu (25/4/2018).

Lanjutnya, kalau kondisi trotoar seperti ini tentunya akan menjadi suatu pemandangan yang kurang enak dipandang bahkan tidak ada rambu-rambu peringatan satupun, apa lagi letaknya di depan kantor KUA Magetan, Kantor Pajak dan Kantor Pengadilan Negeri yang sering di kunjungi masyarakat.

“Sangat disayangkan kondisi trotoar berbahaya karena banyak lubang, di sini kita bisa melihat kenapa banyak sekali yang tidak ingin berjalan kaki, karena sangat berbahaya jalan di trotoar yang kurang berpihak ke pejalan kaki. Ini harus menjadi perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) khususnya Bidang Cipta Karya. Sebagai aktifis saya tegaskan agar segera diperbaiki untuk kepentingan umum,”Ucap Jumali.

Jumali menambahkan, anggaran besar yang dimiliki PUPR untuk memperbaiki trotoar belum digunakan secara optimal. Ada beberapa hal, menurut Jumali, yang kurang dari trotoar di Magetan, pertama adalah infrastruktur fisik trotoar dan kedua, pendekatan yang dilakukan untuk memperbaiki trotoar tersebut.

“Masalah pertama adalah infrastruktur fisiknya. Kedua, pendekatannya. Masalah penyerapan anggaran, itu juga belum optimal. Juga kualitas kerjanya. Jadi ini bukan salah Pemerintah Kabupaten Magetan, tapi salah kontraktornya. Salah juga perencanaan, karena ini dibongkar tapi belum dikembalikan. Itu masalah di perencanaan dan komunikasi,”kata Jumali.

Kondisi trotoar yang memprihatinkan ini, Jumali menyindir kerja Bupati Magetan yang jarang berjalan kaki sehingga tidak mengetahui kondisi sebagian besar kondisi trotoar di Magetan.

Kepala Dinas PUPR Magetan Ir. Hergunadi, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Diro mengatakan, bahwa semua sudah di hitung dalam perencanaan tahun anggaran 2018 dan sudah diel untuk pengerjaannya pada tahun ini.

“Tahun ini akan kita kerjakan semua trotoar yang berlobang khususnya yang dibongkar paska bencana terseretnya dua anak warga Desa Ringin Agung tersebut, yang akan melanjutkan kerjaan trotoar yang belum selesai pengerjaan, karena kita mengerjakan pekerjaan trotoar itu bertahap supaya bisa nyambung dari titik satu ke titik yang lain,”pungkas Diro. (Gal)

News Feed