oleh

Jembatan Gandong 1 Magetan Retak

Warga pejalan kaki menunjukkan Jembatan Gandong 1 Retak, Rabu (25/4/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Tadi Pagi Kapolsek Kota Magetan AKP. Munir bersama Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ir. Muchtar mengadakan sidak di Jembatan Gandong 1 Magetan lantaran ada keretakan, dan berita ini menjadi ramai di medsos

Muchtar menghimbau, kepada seluruh masyarakat pengguna jalan yang melewati Jembatan Gandong 1 harus waspada dan diinformasikan bahwa bahwa Jemabatan Gandong 1 di bangun pada Tahun 1895 dan pernah di rehabilitasi atau di lebarkan pada tahun 1978 jadi usia Jembatan Gandong satu sudah mencapai  123 Tahun yang artinya sudah melebihi umur rencana jembatan 50 tahun.

Kapolsek Kota Magetan bersam Kepala Bidang Bina Marga PUPR Magetan Sidak Jembatan Gandong 1, Rabu (25/4/2018)

“Jembatan Gandong 1 panjang 48 mete  terdiri dari 4 bentang x 12 meter artinya setiap bentang struktur atas jembatan ada deletasi / struktur terpisah jadi retakan di perkerasan aspal itu karena deletasi bukan karena kerusakan struktur Jembatan,”ucap Muchtar, Rabu (25/4/2018).

Lanjut Muchtar, pengertian deletasi adalah sebuah sambungan/garis pada sebuah bangunan yang karena sesuatu hal memiliki sistim struktur berbeda. Yang gunanya untuk menghindari bencana alam. Seperti gempa, dan lain lainya, hal ini sudah dilakukan oleh bangunan bangunan tradisional nenek moyang kita.

“Dalam penerapan system dilatasi perlu diperhatikan jaraknya. Jarak dilatasi harus benar – benar diperhitungkan. Dilatasi yang terlalu sempit apabila terkena pergeseran akibat gaya vertical maupun horizontal akan timbul banyak masalah, mulai dari dilatasi itu sendiri yang rusak, kebocoran yang sulit diperbaiki, sampai kerusakan – kerusakan di bagian lain akibat saling bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya,”jelas Muchtar.

Tambahnya, selain itu bangunan disekitar kali tersebut termasuk bangunan tinggi, yang memiliki tinggi bangunan yang berbeda – beda. Untuk menahan gaya vertical dan gaya horizontal yang timbul perlu dibuat system dilatasi. Sistem dilatasi digunakan pada pertemuan antar bangunan yang memiliki tinggi yang berbeda. Hal ini dikarenakan beban gaya yang diterima bangunan berbeda – beda antara bangunan yang tinggi dengan bangunan yang lebih rendah.

“Bangunan di atas bisa menggunakan system dilatasi kolom, kantilever, gerber, maupun konsol. Tetapi biasanya system dilatasi yang sering digunakan adalah system dilatasi kolom. Sistem ini digunakan untuk bangunan – bangunan yang panjang. Sistem ini juga mempunyai kelebihan yaitu mampu menahan gaya horizontal yang timbul ( gempa bumi ). Selain itu juga relative aman, dan apabila ada kerusakan – kerusakan tidak terlalu vatal,”ujarnya.

Jadi Jembatan Gandong 1 masih aman untuk kendaraan yang tidak melampaui batas beban gandar/roda dengan beban 8 ton. “Langkah ke depan kami akan melakukan Perkuatan dengan Metode Prategang External untuk mengatasi permasalahan keretakan yang terlihat saat sekarang, dan kedepan apa bila ada anggaranya Jembatan Gandong kita naikan agar tidak ada turunan dari selatan dan dari utara artinya jembatan Gandong 1 jadi lurus,”pungkas Muchtar. (Gal)

 

News Feed