oleh

Penyuluhan Agama, Memiliki Peran Penting Dalam Permasalahan Keagamaan Yang Dihadapi

Kecamatan Sukadana Diwakili Novita Eliza S. Pd. I d yang mendapat kesempatan ikut Diklat Penyuluh agama non PNS

Beritatrends.com, Kayong Utara – Penyuluh agama sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian Agama untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama, memiliki peran penting dalam permasalahan keagamaan yang dihadapi.

Program Pemerintah khususnya Kementrian Agama Republik Indonesia memberikan intruksi kelembaga Kementerian Agama di wilayah kakanwil serta turun kepada Kementerian Agama Kabupaten memberikan bekal /diklat dibadan keagamaan di Jakarta.

Utusan per-Kecamatan per-Kabupaten kota provinsi dengan upaya meningkatkan kapasitas kualitas dan kuantitas kinerja penyuluh non pns seluruh Indonesia khususnya Kabupaten Kayong Utara, dalam hal ini utusan dari Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara

Sebanyak 1 penyuluh agama Non PNS Kemenag Kabupaten Kayong mengikuti kegiatan Diklat Teknis Subtantif Penyuluh Agama Non PNS yang di gelar Balai Diklat Keagamaan Jakarta bekerjasama dengan Kantor Kemenag Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan Diklat Di Luar Kampus (DDLK) tersebut dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan Jakarta.

Kepala Kemenag Kayong Utara Ruslan S. Ag MA mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kepribadian, kecakapan bagi penyuluh.

“Sasarannya penyuluh agama non PNS yang mampu mengembangkan dirinya dalam meningkatkan kompetensi diri. Dijelaskannya pelaksanaan diklat berlangsung selama 7 hari, dimulai hari Senin hingga Minggu mendatang (16-22 Apri 2018),” kata Ruslan.

Tujuan dari diklat bagi Penyuluh Non PNS ini adalah menyiapkan penyuluh untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, kecakapan dalam memberikan penyuluhan serta mempu berkontribusi dan menjadi teladan dimasyarakat.

“Dengan pembekalan materi yang akan disampaikan oleh widyaiswara yang berkompeten dibidangnya diharapkan dapat mewujudkan penyuluh yang memiliki kompetensi serta melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menyiarkan konsep-konsep yang baik di masyarakat,” ujar Ruslan.

Lanjut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS merupakan pegawai pemerintah yang diangkat, ditetapkan dan diberi tugas  dan tanggung jawab serta wewenang secara penuh untuk melakukan kegiatan bimbingan, penyuluhan pada masyarakat  melalui Surat Keputusan.

“Penyuluh Non PNS se Kabupaten Kayong Utara nanti pasti mendapat kesempatan untuk mengikuti diklat tersebut, penyuluh yang diberi kesempatan untuk mengikuti DDLK dan yang sudah masuk Simdiklat Baldik, ini patut disyukuri untuk menambah pengetahuan dalam kepenyuluhan,” kata Ruslan.

Dalam melaksanakan fungsinya penyuluh agama harus memiliki keterampilan dan sikap yang patut diteladani di masyarakat, dan untuk  mendukung hal tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kompetensi bagi penyuluh agama non PNS melalui DDLK ini.

“Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama menjadi garda terdepan di tengah-tengah masyarakat, baik tidaknya Kemenag ada di tangan penyuluh agama,” tegasnya.(IP)

 

 

News Feed