oleh

PTSL di Kabupaten Lebak di Target 50.000 Bidang Buku Tanah

Kantot Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lebak

Beritatrends.com, Lebak – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Program Nasional Agraria (Prona) di Kabupaten Lebak ditargetnya adalah 50.000 Bidang Buku Tanah, akan selasai pada akhir Oktober 2018 mengingat kekurangan Sumber daya Daya Manusia (SDM) dan geografis tanah serta cuaca yang menjadi kendala dilapangan.

Mamat Hidayat SH,MH  Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan pada Badan Pertanahan Nasional  (BPN) Lebak mengatakan, PTSL merupakan Program Nasional yang dibiayai oleh APBN 2028 yang target Nasionalnya 9 juta Bidang Buku Tanah.

“Program Prona dengan slogan “Mudah Mengurusnya Senang Menerimanya” ini sukses, maka Kabupaten Lebak akan menjadi acuan diseluruh Indonesia. Nilai plusnya lagi, Kabupaten Lebak akan diberi kuota tambahan pembuatan sertifikat jalur rona yang dibiayai melalui APBN Perubahan Tahun 2018,”ucapnya

Lanjutnya dengan Profesionalitas tetap, kami terus bekerja sesuai agenda. PTSL di Kabupaten Lebak masih dalam tahapan pengukuran obyek bidang. Anggaran yang telah dikucurkan segera terserap dan kalau tidak terserap tentu akan dikembalikan kepada Kas Negara.

“Pemerintah Pusat mendorong agar pemenuhan SDM segera direalisasikan mengingat banyak Pegawai BPN Lebak yang telah purna bhakti, kita semua sangat bersemangat untuk menyukseskan program Prima Unggulan Kabupaten Lebak,” kata Mamat.

Kesuksesan program PTSL ini memiliki multi effek positif baik bagi Kabupaten Lebak maupun masyarakat sebagai penerima manfaat. Pada semester pertama Tahun 2018 Kabupaten Magetan sudah mendapat kuoto 50.000 persil Prona, apabila sukses sesuai target maka pemerintah pusat tahun ini juga akan memberikan tambahan persil Prona.

“Untuk menyukseskan program unggulan ini pihaknya menerjunkan tenaga andalan 30 orang. Tim ini bekerja hingga larat malam dilengkapi fasilitas pendukung yang canggih, pesawat drone baling-baling empat yang dikendalikan dengan remot dari bawah,”jelasnya.

Pesawat tanpa awak ini terbang dengan ketinggian sekitar 50 meter untuk melakukan pemotretan, hasil foto kemudian ditampilkan di komputer dan dicetak, kemudian dipetakan dengan tingkat ketelitian 5-10 CM. “Instruktur yang memandu dari mahasiswa jurusan Geodesi dan sur-veyer BPN Kabupaten Lebak. Saat ini anggota Satgas dilapangan sudah mahir mengoperasikan drone,”pungkas Mamat. (FR)

News Feed