oleh

Kabupaten Magetan Tahun 2018 Hanya 5 KK Jatah Untuk Transmigrasi, Siapa Yang Mau Daftar

Yadi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan, Minggu (8/2018)

Beritarends.com, Magetan  – Tahun 2018 untuk pemberangkatan transmigran dari Kabupaten Magetan tahun ini masih belum rampung. Sebanyak 5 KK jatah dari Dinas Transmigrasi Jawa Timur masih menunggu diberangkatkan ke daerah tujuan transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan Yadi didamping Dian Kasi Mobilitas Penduduk Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi mengatakan, dari 5 KK ini, sudah kami sosialisasikan melalui Camat-camat  siapa saja yang mau ikut transmigrasi ini merupakan jatah dari Jawa Timur, kita sebagai pelaksana siap memberangkat .

“Siapa saja yang mau ikut silahkan mendaftarkan dirinya namun pada tahun ini Kabupaten Magetan hanya mendapat jatah hanya 5 KK untuk tujuan Sulawesi,”ucapa Yadi kepada Beritatrends, Minggu (8/4/2018)

Pemberangkatan transmigran menggunakan dana APBN, Contoh saja alokasi untuk transmigran di Kabupaten Magetan hanya 5 KK untuk Tahun 2018, tahun 2016 yang lalu termasuk cukup banyak bisa mencapai 72 KK tapi ini  terdiri 5 kabupaten di Jawa Timur dan tahun 2017 kabupaten Magetan memberangkatkan 11 KK.

Semua menggunakan angaran dari Provinsi seperti tahun 2016 Jawa Timur menganggarkan sekitar Rp 5 miliar. Dana untuk pemberangkatan 72 KK tersebut berasal dari lima Kabupaten di Jatim, yakni Banyuwangi, Ngawi, Magetan, Kediri, dan Trenggalek. Calon transmigran dari Banyuwangi akan ditempatkan di Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Calon transmigran dari Ngawi akan ditempatkan di Sumatera Selatan. Calon transmigran dari Magetan dan Kediri akan ditempatkan di Gorontalo. Sedangkan calon transmigran dari Trenggalek akan ditempatkan di Maluku Utara.

“Para calon transmigran ini nantinya di daerah tujuan akan bertani tanaman pangan. Kecuali yang ke Gorontalo dan Sulawesi Tengah akan menjadi nelayan,”kata dia.

Selama di tempat transmigrasi mereka di tanggung untuk biaya hidup selama 1 tahun berupa bahan makanan seperti beras dan lauk pauk, mereka rata-rata di lokasi transmigrasi berprofesi sebagai petani.

“Bagi transmigrasi yang tidak kerasan atau telah meningalkan lokasi transmigrasi pemerintah asal transmigrasi harus segera mencari pengganti transmigrasi pengganti tapi selama ini semenjak kami mengurus belum ada ada transmigrasi yang meninggalkan lokasinya,”pungkas Yadi, (Gal)

 

News Feed