oleh

Gara – Gara APK Nomor 1, Membuat Heboh di Medsos, Forkopimda Jeneponto Adakan Rapat

Plt Bupat, Kapolre, Dandim saat memandu rapat rapat terkait APK Paslon Nomor 1 Pasangan Bupati/Wakil Bupati Jeneponto, Jumat (30/3/2018)

Beritatrends.com, Jeneponto – Masih ingat dengan pengadaan Alat Peraga Kampaye (APK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jeneponto yang merogoh kocek anggaran dari APBD Kabupaten Jeneponto sebesar Rp. 1.193.629.400,- (satu miliyar seratus sembilan puluh tiga juta enam ratus dua puluh sembilan ribu empat ratus rupiah) dengan Nomer Rekening 521811 dengan sistem lelang sederhana pelaksanaan pekerjaan Januari 2018 hingga Pebruari 2018 di soalkan banyak pihak.

Salah Satu Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Jeneponto yang bertulis di baliho yang diduga provokatif dan sudah terpasang dibeberapa tempat, menjadi buah bibir di Medsos, akhirnya diadakan rapat koordinasi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Aula Mapolres Jeneponto, Jumat (30/3/2018), Pukul 10.10 WITA.

Rapat Koordinasi Forkopimda, KPU, dan Panwaslu Kabupaten Jeneponto sebagai wujud sinergitas guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif selama pelaksanaan Pilkada Jeneponto 2018 mendatang. Kegiatan ini dibuka Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, turut dihadiri oleh Dandim 1425, Letkol Arh Sugiri, Plt Sekda, dr. Syafruddin Nurdin, Kabag Ops Kompol Amir Mahmud, Para Kasat dan Kapolsek, dan KBO Intelkam Iptu Bambang,

Selain itu, hadir pula Komisioner KPU Jeneponto Bidang SDM dan Parmas Syamsuddin, Kepala Kesbangpol H. Bassongan, yang mewakili Kejari Jeneponto, Budi Utama, dan Liasion Officer (LO) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto. Inti dari rakor Forkopimda yaitu membahas terkait adanya redaksi APK  pada pasangan calon nomor urut 1.

Peserta Rapat yang ikuti oleh AKBP Hery Susanto, turut dihadiri oleh Dandim 1425, Letkol Arh Sugiri, Plt Sekda, dr. Syafruddin Nurdin, Kabag Ops Kompol Amir Mahmud, Para Kasat dan Kapolsek, dan KBO Intelkam Iptu Bambang

Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto mengajak kepada semua pihak agar tetap sama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap tercipta, karena apabila tidak aman pelaksanaan kampanye tidak dapat  berjalan dengan lancar. “Kepada semua pihak dengan adanya  pertemuan ini, dapat menjadikan suasana yang tetap rukun, aman, dan kondusif,” harap Hery, Jumat (30/3/2018).

Lanjut Hery,  mengajak kepada para LO masing-masing Paslon sebagai orang yang dipercaya oleh para calon kandidat Bupati/Wabup dan masyarakat untuk  selalu melakukan koordinasi dengan pihak keamanan. Menurutnya, setiap ada permasalahan di lapangan jangan langsung mengambil tindakan sendiri tapi cukup di foto atau di videokan, selanjutnya di laporkan kepada Panwaslu, Kapolres atau Dandim.

“Saya juga berpesan kepada para LO para paslon agar menyampaikan kepada seluruh Tim dan simpatisannya serta seluruh masayarakat agar menahan diri tidak usah terprovokasi dengan keadaan tersebut, hal ini sudah dibicarakan atau dibahas ditingkat Forkopimda dan insyaallah akan diselesaikan dicari solusinya,”ucap Kapolres.

Secara singkat tapi jelas, Dandim 1425 Jeneponto, Sugiri menyampaikan, LO menjadi penyambung kepada para paslon untuk dapat mendinginkan situasi.

Komisioner KPUD Bidang SDM dan Parmas, Syamsuddin mengatakan, KPU Jeneponto sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini yang dilaksanakan Kapolres Jeneponto. Setelah mendapat informasi dari para LO paslon terkait adanya redaksi pada APK dari paslon nomor 1 untuk itu kami langsung koordinasi dengan KPU Provinsi dan memerintahkan untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Apabila seluruh paslon bersepakat untuk mengganti redaksi dari paslon nomor urut 1 dan harus juga ada rekomendasi dari Panwaslu untuk dilakukan penggantian,”ucap Syamsuddin.

Plt. Sekda Jeneponto dr. Syafruddin Nurdin mengatakan, Kita harus selalu berupaya mengubah istilah zona merah Kabupaten Jeneponto untuk menjadi Zona hijau dengan mengajak  semua pihak untuk bersama-sama tetap menjaga hal-hal yang berpotensi terjadinya suatu konflik  sesegera mungkin untuk dapat di cegah bersama-sama. “Seharusnya seluruh desain dan pembuatan APK diambil alih oleh KPU Jeneponto sehingga mencegah terjadinya hal yang seperti ini,” beber Syafruddin.

Menanggapi APK, LO paslon nomor urut 2, 3, dan 4 mengharapkan, agar dilakukan perbaikan terhadap redaksi dari APK paslon nomor urut 1 karena adanya riak-riak masing-masing pendukung di medsos.

Sementara, LO paslon nomor urut 1 mengatakan, kami LO paslon nomor urut 1 tidak masalah apabila dilakukan perbaikan terhadap redaksi APK paslon kami, akan tetapi terlebih dahulu harus dirapatkan bersama KPU dan Panwaslu Jeneponto. “Adapun keputusan dalam rapat tersebut untuk mencegah situasi agar tetap aman dan kondusif maka di sepakati seluruh baliho para paslon di turunkan dulu sambil dilakukan revisi terhadap APK paslon,”ucapnya.

Terkait siapakah institusi yang akan menurunkan APK tersebut akan dikoordinasikan lebih dulu, karena ketiga institusi yaitu KPU, Panwaslu dan Polri masing-masing memiliki kewenangan sesuai tugasnya. (HA)

News Feed