oleh

Polda Sulsel Kurang Serius Dalam Menangani Laporan Masyarakat Begini Jalan Ceritanya

Beritatrends.com, Takalar – Ketua LSM Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Hsan Anwar mendapat laporan dari masyarakat atas nama Sukmawati Daeng Kamma terkait laporannya ke Polda Sulawesi Selatan tidak ada tindak lanjut.

“Sudah satu tahun tiga bulan kami (menirukan ucapan pelapor Sukmawati Daeng Kamma) yang melaporkan terkait sertifikat kami untuk di balik nama, sesuai dengan nomer regrester  laporan Polisi nomor : LPB/14/1/2018/SPKT, tanggal 10 januari 2017 lalu,”ucap Hasan.

Lanjut Hasan, Sapri Daeng Lawa dilaporkan sebagai pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan sertifikat di Kantor BPN Takalar, sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KHUP pidana.

“Kronologi atau awalnya kejadian ini, Muhammad Sudar Daeng Sibali, saudara dari Sukmawati Daeng Kamma pernah memasukan sertifikatnya di BPN Takalar, untuk pengurusan perubahan alamat di sertifikat tanahnya. Karena alamat di sertifikatnya masih alamat Desa Parasangan Beru, sementara sudah dimekarkan menjadi Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong,”ucap Hasan.

Pada saat proses di BPN Takalar, Sapri Daeng Lawa warga Desa Pa’lallakang, Kecamatan Galesong, yang diduga telah mengambil sertifikat tanah milik Sukmawati di kantor BPN Takalar, tanpa sepengetahuan Sukmawati.

“Kami heran, di Kantor BPN Takalar, kenapa bisa dengan mudahnya sertifikat yang bukan namanya atau hak seseorang bisa diberikan begitu saja, ini ada dugaan telah terjadi konspirasi antara pegawai BPN Takalar dengan Sapri Daeng Lawa,” ungkapnya, Kamis (29/3/2018).

Sementara Sukmawati Daeng Kamma mengatakan, sebagai pelapor di Polda Sulawesi Selatan, sangat kecewa dan mengeluh lantaran laporannya kurang disikapi oleh Polda Sulawesi Selatan. “Saya sudah melapor di Polda Sulsel sejak tahun 2017 lalu, namun sampai sekarang pelaku belum ditahan,” ujar Sukmawati.

Lanjut Sukmawati, pada tanggal 17 Januari 2018, saya diberikan surat dari Polda Sulsel, perihal surat pemberitahuan perkembangan penelitian laporan (A. 1). Namun sampai sekarang tidak ada lagi penyampaian perkembangan laporan. Saya beberapa kali menelpon nomor penyidiknya, namun tak pernah dihiraukan.

“Kami sebenarnya mengeluhkan kinerja Polda Sulawesi Selatan, seharusnya Polda memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, namun kenyataannya sangat mengecewakan bahkan penyidikannya terkesan tidak sesuai dengan standard operating procedure (sop) Polisi,” ujarnya.

Harapan kami kepada Polda Sulsel agar bisa serius dalam menangani laporan kami agar secepatnya menangkap yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan terhadap sertifikat saya.  (HS)

News Feed