oleh

PKL Keluhkan Bedak Yang di Sediakan Terlalu Kecil

Bedak yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk PKL, Rabu (28/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan –Awal Januari 2018 hingga akhir Maret 2018 seharusnya Pedagang Kaki Lima yang berada di Parkir Timur Alun-alun Magetan seharusnya sudah pindah ke Bedak yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Magetan, yakni tempatnya persis baratnya Parkir Timur Alun-alun, baru tanggal 1 April 2018 mereka terpaksa harus pindah karena memang sudah di intruksikan oleh Bupati Magetan.

Proyek Pembanguan Taman Alon – Alon Tahap 3 oleh Badan Lingkungan Hidup saat itu dan sekarang Dinas Lingkungan Hidup menganggarkan senilai 2 Miliyar sumber dana APBD dengan Nomer Rekening 1.08.1.08.01.24.07 dengan kegiatan Taman Rekreasi yang termasuk didalam pembuatan bedak untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Tujuan pembanguan tersebut sebenarnya sangat bagus namun kalau dilihat dari maafaatnya dalam perencanaan kurang tepat, sebab bedak yang disediakan untuk PKL ukurannya yang 2×3 sangat kecil bagi para pedagang.

Hal tersebut nantinya dalam pengurusan tempat yang mengatur Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Badan Lingkungan Hidup hanya sebagai penguna anggaran atau yang membangunkan fasilitas bedak tersebut.

Sejak dibangun bedak tersebut dari tahun 2015 kemarin baru tahun ini difungsikan seperti yang direncanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Makaetan, karena mulai 1 April 2018 pemkab Magetan bakal memindahkan puluh PKL yang saat ini menempati Parkir Timur Alun – alun Magetan. “Akan direlokasi ke bedak kios yang telah dibangun Badan Lingkungan pada 2015 yang lalu, Pemkab bakal mengembalikan sisi timur Alun-alun menjadi parkir kendaraan,”ucap Kepala Dinas Perdaganan dan Industrian Rahmad Eddy kepada Beritatrends, Rabu (28/2018)

Para PKL tersebut sebenarnya telah diintruksikan untuk pindah sejak awal tahun 2018 kemarin.” Bedak tersebut terlalu kecil, lebih besar gerobak saya dari pada bedaknya,”keluh Bagus salah satu PKL  penjual mie yang ada di alun-alun.

“Semua PKL sekitar 36 orang yang terdaftar pada malam hari dan 15 PKL pada siang hari, tapi pembagian tempat pada bedak tersebut masih belum jelas,”terang Bagus, kepada Beritatrends, Rabu (28/3/2018)

Lanjutnya, bedak yang disiapkan cuma untuk jual makanan, tidak cocok untuk PKL yang menyiapkan arena bermain untuk anak-anak, contohnya permainan odong-odong.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Sumantri melalui Kabag. Humas dan Protokol Kabupaten Magetan Wahyu mengatakan, yang selama ini dipergunakan PKL itu adalah tempat parkir roda empat dan roda dua, makanya kami akan mengembalikan tempat parkir tersebut sesuai fungsinya.

“Pemerintah Kabupaten Magetan sudah membuatkan tempat untuk PKL yang letaknya sebelah baratnya Parkir Timur Alun-alun, untuk sementara dipakai saja dulu, nanti kedepanya kita pikirkan apabila tempate tesebut kekecilan menurut PKL,”terang Wahyu. Kepada Beritatrends, Rabu (28/3/2018).

Lanjutnya, tempat itu hanya untuk berjualan saja, nanti para pembeli tempatnya pas depannya bisa digelarkan tikar jadi bedak tersebut hanya untuk jualan saja.

Secara rencana PKL di bedak, pembeli didepan bedak dengan di gelarkan tikar, dan tempat yang dulu kita kembalikan sebagai tempat parkir, karena kalau pas ramai parkir para pembeli parkirnya di jalan Basuki Rahmad Timur yang mengganggu pengguna jalan karena jalan menjadi macat,”pungkas Wahyu. (Gal)