oleh

Kami Tidak Bikin Onar, Hanya Pingin Bukti Kemampuan Peserta Yang Lolos Tes Dengan Nilai 100

Kapolsek bersama Danramil, Kepala desa Tegalarum diskusi terkait ketidak puasan Para peserta yang tak lolos mempertanyakan terkait kemapuan peserta lolos ters dengan nilai 100 tanpa ada kesalahan, mana kemampuannya tunjukkan, Rabu (28/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan  – Setelah tes pengumuman pemilihan perangkat desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, akhirnya puluhan massa mendatangi kantor Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, itu terjadi pada pukul 19.00 WIB kemaren malam, Selasa (27/3/2018). dikarenakan para peserta ujian tidak puas dengan hasil ujian tersebut.

Ketua panitia Safarudin mengatakan, bahwa akan dilakukan rapat koordinasi dengan semua pihak, kalau ada yang tidak puas dengan hasil ujian yang bertujuan untuk menggisi posisi 3 Staf Desa, dan 1 Staff Khusus Keagamaan (Modin) tersebut. “Pagi ini Rabu (28/3/2018) kami akan gelar rapat, dan siang diharapkan sudah ada hasil keputusan,”ucap Syafarudin kepada Beritatrends. Rabu (28/3/2018)

AKP Iin Pelangi, S.Sos Kapolsek Bendo mengatakan, pihaknya hanya memediasi antara peserta tes dengan panitia,” Kantor Desa Tegalarum hari ini masih sepi dan belum ada koordinasi antara pihak-pihak yang bersangkutan,”terangnya.

Lanjut Iin, kita juga tidak berhak mengatur, karena mereka punya aturan dan rentang waktu sendiri, kami hanya sebatas pengamanan. “Sementara masih dirapatkan oleh ketua panitia dan beserta anggota,”ucap Iin .

Jika memang ditemukan indikasi penyimpangan, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Awak media Beritatrends mendatangi kantor Desa Tegalarum, Edy Winarto, salah seorang peserta ujian mengatakan, dia dan peserta lain merasa tidak puas dengan hasil tes, karena dirasa banyak kejanggalan.

Dia menjelaskan, peserta ujian sebanyak 31 orang, dengan jumlah pertanyaan 150 soal. Saat penilaian, 3 orang dinyatakan lulus tes mendapatkan nilai 100 sementara 1 orang lagi nilainya 90. Sedangkan peserta lain yang tidak lulus nilainya tidak lebih dari 50. Hal ini menurutnya adalah sebuah kejanggalan.

“Yang dipermasalahkan adalah ketidakpuasan terhadap tiga orang peserta tes yang lulus dengan nilai 100, karena secara logika susah diterima,”ungkap Edy.

Edy menambahkan, aksi ini bukan untuk berbuat anarkis ataupun onar, tetapi hanya ingin peserta yang lulus tes tersebut membuktikan kemampuannya. “Kami hanya ingin bukti kemampuan peserta yang lolos dengan nilai 100 itu, kami tidak ingin berbuat onar,”pungkasnya. (Gal)

News Feed