oleh

Ada Hubungan Apa KPU Jeneponto Dengan Paslon No 1 Terkait APK Provokatif ?

APK dari ke empat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jeneponto APK Paslon Nomer 1 terkesan provokatif, ada apa dengan KPU terhadap Paslon No 1, mana nyalumu Panwaslu untuk pengawasan Pelasanaan Pemilu ?

Beritatrends.com, Jeneponto – Pengadaan Alat Peraga Kampaye (APK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jeneponto yang merogoh kocek anggaran dari APBD Kabupaten Jeneponto sebesar Rp. 1.193.629.400,- (satu miliyar seratus sembilan puluh tiga juta enam ratus dua puluh sembilan ribu empat ratus rupiah) dengan Nomer Rekening 521811 dengan sistem lelang sederhana pelaksanaan pekerjaan Januari 2018 hingga Pebruari 2018 di soalkan banyak pihak.

Salah Satu Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil  Jeneponto yang bertulis di baliho yang diduga provokatif dan sudah terpasang dibeberapa tempat.

Komisioner KPUD Kabupaten Jeneponto Bidang Divisi Sosialisasi SDM dan Parmas, Samsuddin mengatakan, APK Paslon Mulyadi- Kasmin itu diduga  provokatif yang bertuliskan Ingatki Coblos Satu Saja! Kalau dua, tiga apalagi empat batal.

“Hari ini, saya baru lihat APK itu, memang terkesan provokatif. Makannya saya sampaikan agar dihentikan dulu pemasangannya. Ini harus dikaji ulang dan meminta desain awalnya, jangan sampai ada yang Sabotase, tulisannya, Coblos satu saja! kalau dua, tiga apalagi empat batal,”jelas Samsuddin. Rabu (28/3/2018).

Sebelum Proses percetakan APK Paslo Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto itu di kawal oleh Polisi, Panwaslu, KPU dan masing masing semua tim Leasing Officer (LO).

Padahal dari Pihak Panwaslu dan Oknum Pihak KPU mengikuti sebelum proses pencetakan tidak dilakukan. Baliho APK itu terkesan provokatif. Namun pada saat desain dimana semua tim LO Paslon dan Panwas Kabupaten, kenapa hal sekecil itu tidak bisa dikoreksi untuk dilakukan revisi.

“Kalau KPU Jeneponto ingin diajukan ke DKPP, tentu saya akan bilang dimana semua panwas dan tim LO paslon pada saat didesain untuk proses dicetak. Masa bahasa sekecil itu tidak bisa dikoreksi. Memang itu bagian divisi saya. Tapi tidak pernah diperlihatkan desain APK itu,”tambah Samsuddin.

Pimpinan Panwaslu Kabupaten Jeneponto bagian Divisi Antar Lembaga, Hamka Lau mengatakan baru mendengar informasi dan belum menerima laporan pengaduan, namun terkait APK yang diduga Provokatif itu, akan dilakukan kajian oleh tiga pimpinan panwaslu Jeneponto.

“Kami baru dengar infonya dan belum ada juga laporan pengaduan. Tapi akan dilakukan dulu kajian. Kan itu hari yang ikut ada semuanya juga tim LO Paslon Bupati dan Wakil Bupati. Bahkan Saya juga ikut pada saat itu. Kita akan kaji dulu bersama tiga pimpinan panwaslu,”jelas Hamka.

Pantaun awak media Beritatrends, Hampir Sejumlah titik di Kota Bontosunggu dan di beberapa Kecamatan sudah dipasangi alat peraga Kampanye Paslon Bupati dan  Wakil Bupati Jeneponto 2018, cara pasangnya secara berjajar.

Paslon  Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto untuk Paslon No 1 Mulyadi-Kasmin, Paslon No 2 Muhammad Sarif-Andi Tahal Fasni, Paslon No 3 Iksan – Paris dan Paslon No 4 Baharuddin Bj-Isnaad Ibrahim. (HA)

News Feed