oleh

Sosialisasi Tentang Bahaya Narkoba Oleh BNN Sidoarjo

peserta sosialisasi

 Beritatrends.com, Sidoarjo – Dalam rangka memperingati HUT ke-72 Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLIII Kodim 0816/Sidoarjo Tahun 2018, acara yang berlangsung selama 3 jam, peserta sosialisasi tentang bahaya narkoba yang diikuti oleh Instansi lainnya yakni 200 personel anggota dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, POLRI, Persit, Jalasenastri, Pia Ardhya Garini, Bhayangkari dan Siswa-siswi dari SMA Antartika Sidoarjo.

Sambutan Ketua Persit KCK, Eny Fadli Mulyono mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke 72 Persit Kartika Candra Kirana Tahun 2018 di Kodim 0816/Sidoarjo yang bekerjasama dengan BNN Sidoarjo. “Narkoba merupakan musuh bangsa dan tentu saja efek yang ditimbulkannya dapat menghancurkan bangsa khusunya merusak generasi muda sebagai depan Bangsa ini. Oleh karena itu, kegiatan kita hari ini adalah sebagai salah satu peran Pesit KCK Cab XLIII untuk turut serta melawan dan perang terhadap Narkoba sebagai bagian ke ikutsertaan Persit dalam menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik tanpa NARKOBA.” Ujar Eny Fadli.

Sambutan selanjunya pengarahan dari Komandan Kodim 0816/Sidoarjo. Beliau menghimbau kepada seluruh peserta agar selalu memantau anggota keluarga kita agar selalu berhati-hati dan menekankan agar tidak terpengaruh ajakan ataupun mengkonsumsi Narkoba. Terutama pada anak-anak kita yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kita harus beri wawasan dan pengetahuan tentang bahaya Narkoba.

“Narkoba sekarang ini, beredar dengan macam-macam bentuk. Oleh karena itu, Kita bersama-sama memberantas dan perang melawan Narkoba. Narkoba adalah bahaya laten. Kapanpun dan dimanapun, pemberantasan dan pencegahan penggunaan Narkoba butuh waktu. Tak hanya menjadi tugas BNN, tapi seluruh lapisan masyarakat harus aktif, terutama orang tua untuk bisa mengawasi anak-anaknya, jangan sampai terjerumus. Bahaya Narkoba adalah tugas kita bersama.” Ujar Fadli.

Kepala BNN Sidoarjo yang diwakili Edi Waluyo,SE Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, menyampaikan materi konteks pencegahan, pelajar sekolah masuk kategori target primer. “Mereka adalah kelompok yang bersih dari anasir buruk narkoba. Pelajar membutuhkan informasi seimbang antara bahaya dan penanganan inklusif narkoba, Pelajar adalah next leader bagi perjalanan bangsa Indonesia. Mereka harus memperoleh informasi yang tepat tentang narkoba. Harapannya, mereka selain memahami juga bisa mengenali sekaligus mencari solusi penanganan isu narkoba di lingkungan sekolah,”tuturnya.

Pemecahan solusi atas penyalahgunaan narkoba dari kalangan mereka sendiri sangat penting. Ini strategi bersama agar masalah narkoba tidak menjadi momok menakutkan, tapi menjadi perhatian bersama agar diselesaikan, (Lyn/Zeey)

News Feed