oleh

KSP Bunganya Tidak Boleh Lebih Dari 3 Persen

Kantor Dinas Koprasi Magetan dan Usaha Mikro

Beritatrends.com, Magetan – Bermula ada seseorang yang mengeluh atas pinjamannya pada salah satu KPS yang berada di Magetan, akhirnya pentolan Ngo. Walidasa Sutrisno, pemerhati perbankan Agus Pujiono, pengamat koprasi Kamto mempertanyakan  perbedaan rentenir dengan koperasi dalam debat diskusi antara teman-teman aktifis yang berada di Magetan, karena banyak sekali yang beredar bank Suwek atau bank titil dengan bunga harian mengatas namakan KSP.

Hampir rata-rata bank suwek atau bank titil semuanya berbadan hukum koperasi simpan pinjam atau KSP.  “Nah, KSP tidak boleh melakukan transaksi simpan pinjam melebihi suku bunga bank, itu aturan.  Saya kembali bertanya kalau KSP bunga pinjaman melebihi dari suku bunga bank, apakah itu bukan namanya rentenir. Itu perbedaan rentenir dengan koperasi,” kata Sutrisno.

Ditambahkan Agus Pujiono, dengan pemberitaan ini, akan memberikan eduksi terhadap masyarakat untuk mewaspadai praktek rentenir yang  kerap berwajah koprasi. Pasalnya, praktek itu kerap melanggar ketentuan Perundang-undangan berlaku tentang Perkoperasian.

“Rentenir atau koperasi kerap meminjamkan dana kepada masyarakat dengan bunga tinggi, ini tidak bisa dibiarkan meminta kepada aparat polisi untuk mengusut badan hukum koperasi yang dimiliki para koprasi yang melakukan praktek pinjaman dengan bungan tinggi, jangan-jangan koperasi itu illegal,” kata Agus.

Kepala Dinas Koprasi Kabupaten Magetan Venly Tomy Nicholas, Selasa (27/3/2016)

Ditempat yang berbeda awak media Beritatrends berupaya meluruskan perdebatan yang terjadi cukup seru kepada Dinas Koprasi Kabupaten Magetan, Venly Tomy Nicholas mengatakan, banyak laporan yang masuk ke Dinas Koperasi dan UMKM Magetan yang terkait banyaknya Koperasi yang tidak sesuai ketentuan. “itu lintah darat yang mengatasnamakan Koperasi, itu yang saya kejar kejar, saya menamainya Bank Suwek,” ujar Venly, Selasa (27/3/2018).

Kita pernah tangkap di Pasar Sayur Magetan, ngakunya bukan koperasi. jika dia berkedok koperasi pasti punya nomer induk dan berbadan Hukum, Kalau Koperasi Legal, pasti terdaftar di Dinas Koperasi Magetan dan diakte pendirian KSP semua sudah mencantumkan berapa persen jasa yang akan di berikan, kalau melewati ketentuan itu, kita akan tindak.

“Koperasi merupakan sebuah badan usaha yang memiliki anggota dimana tujuan koperasi dititik beratkan pada kepentingan para anggota dan bukan menimbun kekayaan sendiri. yang memiliki prinsip berdasar pada ekonomi rakyat sesuai dengan asas kekeluargaan, sesuai Undang Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang koperasi,”terangnya,

Dinas Koprasi Magetan hanya mempuyai 5 petugas untuk memgawasi 818 KSP yang terdaftar di Kabupaten Magetan, kita perlu membentuk satgas pengawasan, yang kemungkinan kita akan bekerja sama dengan Polisi dan Satpol PP.

“Dinas hanya mengawasi karena kami tidak seperti Bank, tetapi koperasi tidak pernah melayani nasabah, KSP hanya melayani angota, kami akan minta daftar angota KSP tersebut, jika ada KSP yang terkena persoalan. ada 3 jenis angota KSP, angota penuh, angota luar biasa, dan calon angota, dan calon angota baru boleh dilayani dengan ketentuan ADART KSP  tersebut,”jelas Venly

Undang-undang nomor 17 tahun 2014 tentang koperasi menyebutkan bahwa rapat angota adalah kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Dinas koperasi tidak bisa membuat ketentuan di koperasi tersebut, namun barang siapa mendirikan koperasi di Kabupaten Magetan harus mengajukan ijin ke Dinas Koperasi.

“KSP akan mengirim laporan ke kami setiap semester/tribulan, kita akan ketahui dari neraca mereka, kita dalam koperasi lebih mengedepankan peran angota,  karena koperasi didirikan oleh, dari dan untuk angota dan pengurus hanya diberikan amanah untuk menjalankan sesuai kesepakatan. “Jasa yang di berikan berapa persen pun sesuai suara dalam rapat angota, tetapi kalau mencapai lebih 3% di Magetan itu sudah warning,”pungkas Venly. (Gal)

News Feed