oleh

OPERASI TANGKAP TANGAN DILAKUKAN OLEH TIM DARI KEJAKSAAN NEGERI PONOROGO DI BALAI DESA NGUNUT

Hari Kepala Desa Ngenut – Ponorogo yang terjaring tangkap tangan tim gabungan Kejaksaan Negeri dan Polres Ponorogo

Beritatrends.com, Ponorogo – Berkaitan dengan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Kejaksaan dan Polres Ponorogo telah di dapat informasi pada Jum’at (23/32018), pukul 10.00 WIB di Balai Desa Ngunut terkait dengan adanya dugaan pungli dana Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Tim gabungan melakukan penyitaan barang/surat/dokumen yang berkaitan dengan dana PTSL tersebut serta membawa kepala Desa, Sekdes dan Panitia PTSL.

Untuk saat ini Kepala Desa, Sekdes dan Panitia PTSL masih dalam proses pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Ponorogo.

Data yang dihimpun Beritatrends ruang PKK dan telecenter yang digunakan untuk mengurus adminstrasi dana PTSL saat ini di police line.

Adanya operasi tangkap tangan tersebut diduga adanya ketidakpuasan dari sebagian warga masyarakat Ngnut terhadap panitia berkaitan dengan biaya administrasi PTSL sebesar Rp 400.000,- yang dianggap terlalu besar/mahal.

Dana PTSL merupakan program pemerintah, dimana dalam penerbitan sertifikat teesebut gratis/ tidak dpungut biaya.

Sebelum penerbitan PTSL tersebut telah dilakukan sosialiasi oleh Tim Badan Pertanahan Negara (BPN) di balai desa Ngunut.

Telah dilakukan musyawarah mufakat antara panitia/pokmas dengan warga masyarakat Ngunut berkaitan dengan administrasi pengurusan PTSL dan disepakati sebesar Rp 400.000,- per bidang.

Berdasarkan keterangan dari panitia/pokmas PTSL uang sebesar Rp 400.000,- tersebut untuk adminitrasi meliputi ukur tanah, biaya pengganti materai dan lain -lain.

Namun akhirnya masyarakat melaporkan penitia ke aparat hukum untuk menindak lanjut terkait pengurusan PTSL, sampai berita ini diterbitkan belum tahu persis proses tindakan pungli PTSL terhadap kepala desa, sekretaris desa, dan Pokmas. (NA)

News Feed