oleh

Kasus RSUD Saydiman Magetan, Ehud Allawy, Putusan Hanya Tahanan Kota 1 Tahun dan Denda 50 Juta, JPU Pikir – Pikir

Secarik kertas melalu staf kejaksaan didapat dari Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Magetan, Selasa (20/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Kasus dugaan Korupsi pembangunan intalasi rawat inap (Irna) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saydiman  Magetan sejumlah Rp. 1,5 Miliar pada tahun 2010 yang lalu, kepolisian telah menetapkan dua tersangka baru.

Saat itu Kepala Kepolisian Resort Magetan AKBP Muslimin, SIK mengatakan kedua tersangka tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan Magetan Ehud Allawy saat kasus itu berjalan diselidik sebagai Plt. Direktur RSUD dr. Saydiman Magetan sebagai pengguna anggaran dan satunya Suyitno sebagai Kontraktor Pelaksana.

Waktu itu pas kedua dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembanguan Irna RSUD dr Saydiman Magetan tahun anggaran 2010 yang ditangani Kepolisian Resort Magetan sejak tahun 2012, tapi keduanya belum dilakukan penahanan.

Kasus Proyek tersebut dinilai melawan hukum karena diduga merupakan praktek pinjam bendera oleh oknum pengguna keuangan Negara di RSUD Saydiman, mulai dari Nama Kontraktor, Konsultan perencana dan konsultan pengawas hanya dipinjam oleh pihak rumah sakit selaku pengguna anggaran mengetahui pelaksana pengawasan tidak dilakukan hanya sebagai formalitas sebagai syarat pencairan anggaran.

Dari indikasi penyelewengan tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan Negara sekitar Rp. 139 juta. Kasus ini ditangani dan kembangkan oleh Polres Magetan dan Kejaksaan setempat. Dan mereka sudah menjalani persidangan  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya.

Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Atang Pujianto, SH saat dihubungi awak media tidak ada ditempat, lalu melalui staf Kejaksaan Negeri Magetan awak media mendapatkan secarik kertas dengan ada tulisan dari Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andi Ermawan, SH.

Dalam tulisan secarik kertas tersebut berbunyi, Perkara Ehud Allaway tuntutan 1 (satu) tahun, 6 (enam) bulan, denda Rp. 50 Juta subside 2 (dua) bulan kurungan.

Putusan 1 (satu) Tahun denda Rp. 50 juta subsider 1 (satu) bulan kurungan dan penahanan tersangka Ehud Allawy hanya tahanan Kota.

Sikap dan tuntutan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) piker –pikir karena kerugian sebesar Rp. 110.071.474,81 sudah ditambahkan.

Sedangkan untuk Kontraktor Pelaksana Suyitno tuntutan 2 (dua) Tahun denda Rp 50 juta subsider 2 (dua) tahun kurungan

Sedangkan Putusan 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan kurungan dan denda Rp. 50 juta subside 1 (satu) bulan Kurungan

Pasal 3 UU Tipikor Jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal  64 (1) KUHP. (Red)

 

News Feed