oleh

Masih Jam Pelajaran Diduga 162 Siswa Bermain Judi di Aula

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Magetan Drs. Setyo Budi, M.Mpd, saat diklarifikasi beritatrends.com mengelak kalau para muridnya bermain judi saat jam Full day school, Senin (19/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Kwalitas pendidikan di Kabupaten Magetan perlu dipertayakan, pasalnya 162 murid di SMP Negeri 1 Magetan mendapat teguran keras dari sekolahnya, lantaran diduga bermain judi dilingkungan sekolah, mereka yang mendapatkan teguran yang berada di Aula yang terdiri berbagai kelas 7,8, dan 9.

Di Kabupaten Magetan salah satu sekolahan yang melakukan kurikulum dengan system Full Day School adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN 1) Magetan, pada hari Kamis (8/3/2016) yang lalu, saat menuntut ilmu pelajaran atau bisa dibilang jam mata pelajaran sejumlah 162 murid, diduga ada yang bermain judi di Aula, al hasil seluruhnya yang ada di Aula kena imbasnya diharuskan membuat surat pernyataan yang diketahui orang tua/wali murid dan RT setempat.

Para murid yang terlibat diberi teguran keras, yaitu berupa surat teguran yang harus ditandatangani oleh orang tua/wali murid dan ketua RT setempat.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Magetan Drs. Setyo Budi, M.Mpd, saat diklarifikasi awak media Beritatrends mengelak kalau para muridnya bermain judi saat jam Full day school.

“Memang ada 162 anak yang kita berikan teguran, dengan surat yang mengetaui Orang tua/walimurid dan RT setempat,”jelas Budi kepada Beritatrends, Senin (19/2018).

Ditambahkan Budi, sudah kita amankan bukti kartu remi, saat para murid bermain remi di Aula Sekolahan.

Ditempat yang berbeda Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan Drs. Joko Santoso, M. Mpd saat di klarifikasi media Beritatrends mengatakan, memang secara tertulis kami belum mendapat laporan dari pihak sekolah, kami hanya mendengar ada kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi.

“Kami juga sudah memberi peringatan secara lisan kepada Muries bagian Humas SMP Negeri 1 Magetan, yang jelas Dinas tidak mau hal ini terulang kembali ini merupakan suatu yang kurang baik di kalangan anak didik khususnya SMP Negeri 1 Magetan karena selama ini SMP Negeri 1  merupakan sekolahan percontohan di Magetan.

Lanjut Joko, peringatan yang di sangsikan kepada 162 murid itu seharusnya cukup diketahui orang tua murid saja, karena ini masalah sekolah jadi tidak boleh keluar dari lingkungan sekolah, sekolah sendiri yang menyelesaikannya.

“Sekolahan membuat surat teguran cukup di ketahui orang tua/wali murid tidak perlu harus minta tanda tangan ke RT setempat, atau bisa juga dari 162 murid tersebut orang tua/wali muridnya dipanggil untuk diberi penjelasan terkait apa yang sudah dilakukan murid-murid yang berada di aula saat itu,”pungkas Joko. (Gal)

 

News Feed