oleh

Ramai Diberitakan, KPU Tetap Tutup Mata Soal Spanduk

Salah Satu APK Yang Dipaku DiPohon.

Beritatrends.com, Magetan – Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai melanggar Perda nomor 3 tahun 2014 tentang ketertiban umum.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Khamim Bashori mengatakan kurangnya koordinasi antara Satpol PP dan KPU membuat pemasangan APK tersebut menjadi dilema.

“Seharusnya perihal APK itu, kita duduk satu meja biar permasalahan ini bukan hanya kami yang dipojokan, “kata Khamim, Kamis (15/3).

Dikatakan Khamim dari dua pihak mempunyai aturan sendiri-sendiri yang itu bisa terjadi masalah bila tidak ada kootdinasi bersama.

“Mengenai APK KPU punya aturan berdasar PKPU, sedangkan kami punya Perda Sapu jagad, kalau Perda Sapu jagad kita terapkan APK habis kita tertibkan karena banyak yang melanggar Perda,” jelas Khamim Kepada Beritatrends.

Terkait pemasangan APK tersebut Satpol PP menghimbau, KPU segera memperbaiki pemasanganya yang diduga melanggar Perda.

“Kami menghimbau KPU segera memperbaiki pemasangan APK sesuai aturan Perda yang berlaku, agar tidak terjadi permasalahan lebih lanjut, “ujarnya.

Di tempat berbeda, Hendrad Ketua KPU Kabupaten Magetan menjelaskan pihak nya tidak tahu kalau ada spanduk yang dipasang dipohon di paku”Kalau memang spanduk itu melanggar nanti pihak kami akan lakukan koordinasi dengan pihak pemasang untuk segera diperbaiki,”kata Hendrad saat ditemui dikantor KPU.

Namun setelah diperlihatkan fotonya Hendrad masih tetap membantah jika pemasangan alat Peraga kampanye (APK) tidak dipaku di pohon melainkan yang dipaku dipohon adalah bambu yang fungsinya untuk penyangga APK.”Kalau melihat foto itu bukan APK-nya dipaku di pohon akan tetapi bambunya yang dipaku,”jelasnya.(red)

News Feed