oleh

Membangun Kemandirian Pemuda Secara Mental, Wawasan dan Keuangan

Perserta Seminar saat mendengarkan Mr. Safii menyampaikan wawasannya, Rabu (14/3/2014)

Beritatrends.com Magetan – Seminar yang mengangkat tema “Membangun Kemandirian Pemuda Secara Mental, Wawasan dan Keuangan” Ini berhasil menarik perhatian sekitar 800 SMK dan Mahasiswa Kesehatan seluruh Kabupaten Magetan yang adakan di Gedung Olah Raga Ki Mageti Magetan, Kamis (14/3/2018).

Tujuan terselenggara nya acara ini dari pihak IEC sendiri ingin membantu merubah mindset anak muda untuk mempersiapkan diri menghadapi era era masa depan yang semakin ketat, dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah berjalan, anak muda ternyata tidak banyak yang tahu persaingan negri ini seperti apa, ditambah adanya Bonus Demografi th 2020-2030 yang sebenarnya ini bisa menjadi peluang jika Kami semua dan anak mudanya siap karena penduduk Indonesia sebagian besar akan diisi oleh usia – usia produktif dan kami semua akan bersaing dalam hal mencari pekerjaan, sementara lapangan pekerjaan semakin menyempit hari ini dan akan mengakibatkan pengangguran yg meningkat..

Dan kami sebagai generasi penerus, tidak mau itu terjadi, kami tidak mau menambah jumlah penggagguran dan kemiskinan di negri ini..
Untuk menuju kesana anak mudanya harus siap secara mentalitas, wawasan dan keuangannya.

 

“Kita ingin mengajak anak muda mandiri, baik secara mental dan keuangan, anak muda kita kini dilemahkan mentalnya mereka justru terjebak oleh situasi yang sebenarnya merugikan bangsa kita, kita akan blak-blakan bicara dengan media yang kebablasan menayangkan tayangan-tayangan yang tidak mendidik, tentu itu sangat mengganggu, harapan kita anak-anak muda Indonesia punya mimpi jadi pengusaha, tidak lagi berfikir soal menyogok untuk masuk ke instansi atau menjadi pegawai,”ucap Mr. Syafii Effendi.

Menurutnya kekuatan anak muda untuk Indonesia sekitar 70 persen, anak muda harus dapat membuka mata bahwa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah berjalan dan tenaga kerja asing sudah banyak berdatangan ke Indonesia.

“MEA sudah jalan, tenaga kerja asing sudah masuk sedangkan anak muda  kita masih asik dengan pacaran, main-main yang tidak bermanfaat, tentu ini menjadi ancaman untuk masyarakat seluruh Indonesia,”terangnya.

Syafii mengajak Pelajar SMK dan mahasiswa kesehatan untuk tidak lagi berfikir soal mencari kerja tapi bagaimana membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi pengusaha di bidang kejuruan yang anda tempuh atau kesehatan bagi mahasiswa, “Ngomong soal Kejuruan yang ditempuh tentunya kita bisa mengambil manfaatnya di sekolahan tersebut contoh kesehatan, transaksi uang di kesehatan itu banyak, kalau kita tidak siap maka kita akan ketinggalan, tenaga kesehatan harus punya home care, jadi perawat tapi memiliki rumah sakit, disini kita upgrade mereka punya target hidup yang mimpinya jadi karyawan kita open mindseat nya dengan membuka lapangan pekerjaan,”ungkap dia.

Lanjut Syafii yang telah mendapatkan 1 Milyar pertamanya di usia 22 tahun ini mengatakan kepada seluruh audiens, hal utama untuk sukses adalah dengan tidak pacaran terlebih dahulu, “Siapa yang disini punya pacar? Kalau kalian ingin sukses dan kaya di usia muda maka putusin aja dulu pacarnya, pacaran tidak akan membuat kamu sukses,” ujarnya saat menyampaikan materi.

Kegiatan ini diadakan secara mandiri oleh Indonesia Enterpreneur Club untuk mengajak anak muda khususnya Siswa SMK dan mahasiswa kesehatan untuk mandiri dan sukses di usia muda.

“Kami ingin mengajak anak muda untuk mandiri karena kami punya visi mencipatakan satu juta milyader muda Indonesia di bawah usia 30 tahun, ini semua yang hadir Siswa SMK dan mahasiswa kesehatan tapi ke depan kita akan adakan untuk umum,” ucapanya.

Bupati Magetan Dr. Drs.Sumantri dalam sambutanya mengatakan, sangat penting membangun kemandirian pemuda Indonesia secara mental, wawasan dan keuangan di era milenia, yang saat ini sangat penting di era globalisasi.

“Tantangan berat yang harus dihadapi oleh pemuda di masa mendatang, yang dapat menyebabkan seorang pemuda kehilangan oerentasi yang menjadi jati dirinya dan terjebak dalam pilihan pragmatis, pemuda harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan visi dan misi pemuda. dan menjadikan peran pemuda sebagai jembatan luas dalam meningkatkan harkat dan martabat,”pungkasnya

Dalam kegiatan ini hadir juga Bupati Magetan, Dr. Drs. Sumantri yang juga membuka acara, hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan, Ketua dan Pengurus KNPI Magetan Kapolsek Kota Magetan serta para undangan. (Gal)

 

News Feed