oleh

Rakyat Kecewa, Terhadap Wakilnya di Parlemen, Padahal Pemegang Kedaulatan Sepenuh Ditangan Rakyat

Hasan Anwar sebagai tokoh Pemuda Sulawesi Selatan juga ikut angkat bicara perihal kinerja para wakil rakyat yang masih jauh dari cita – cita dan harapan rakyat banyak

Beritatrends,com, Sulawesi – Pada hakikatnya sistem demokrasi seperti yang diterapkan pada negara kita ini, pemilih sejati dan pemegang kedaulatan penuh bersumber dari dan oleh rakyat. Di Negara yang menganut sistem demokrasi, semua lapisan wajib hukumnya mengontrol sendi – sendi kebijakan para wakilnya yang pada prinsipnya mewakili dan memperjuangkan aspirasi untuk semata mata berorientasi pada kepentingan rakyat indonesia.

Maraknya kekecewaan rakyat kepada para wakilnya (legislatif) disebabkan kinerja wakil rakyat terkesan hanya sebatas rutinitas tanpa ada hasil yang signifikan. wakil rakyat yang duduk dikursi empuk parlemen DPR RI DPRD PROVINSI DPRD KABUPATEN lebih banyak berbicara wacana lewat berbagai media cetak Electronik ketimbang menunjukkan dengan hasil kerja yang konkret.. Ada banyak fakta yang menunjukkan bahwa diparlemen tempat bernaungnya para wakil rakyat terjadi berbagai pertarungan kepentingan partai politik lebih dominan dibandingkan pertarungan demi kepentingan rakyat banyak.

Disisi lain,besarnya anggaran yang dikucurkan negara untuk membiayai gaji, tunjangan dan akomodasi para wakil rakyat juga ikut berbanding terbalik dengan kinerja dan pengabdian kepada rakyat pada beberapa moment rapat sidang diparlemen mata rakyat sering disuguhi kejadian momok menakutkan dikarenakan ada banyak kursi yang kosong atau kecenderungan para wakil rakyat santai tertidur pada saat sidang masih berlangsung.

Tahun 2019 rakyat banyak akan kembali disuguhi gebyar pesta akbar pemilihan calon legislatif.pemilihan yang menentukan perjuangan dan kepentingan aspirasi rakyat untuk lima tahun kedepan.

Hasan Anwar sebagai tokoh Pemuda Sulawesi Selatan juga ikut angkat bicara perihal kinerja para wakil rakyat yang masih jauh dari cita – cita dan harapan rakyat banyak, bahwa kedepannya para wakil rakyat agar bekerja secara optimal sebagaimana prinsif dan tujuan profesinya sebagai wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat banyak.

Akumulasi kepercayaan rakyat kepada para wakilnya di parlemen akan semakin menjamur jika para wakil rakyat kembali tidak mengevaluasi kinerjanya demi tujuan peningkatan kerja nyata yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat banyak. Apalagi baru baru ini,rakyat banyak juga disuguhi kabar pengesahan rancangan revisi UUMD3 sebagai bentuk adanya hak imunitas kepada para wakil rakyat yang duduk di parlemen.dalam stigma yang tertanam di kepala rakyat banyak,para wakilnya di parlemen dalam hal ini para anggota dewan perwakilan rakyat berupaya memainkan strategi defensif ketika melakukan kesalahan dan berhadapan dengan hukum tetapi menerapakan strategi ofensif dan sedikit agresif ketika memanggil paksa orang yang dianggap tidak sejalan dengan tujuannya.

Menjadi miris ketika lembaga perwakilan rakyat yang notabenenya mewakili kepentingan rakyat banyak menjadi lembaga yang anti kritik. Hal ini menandakan lajunya sistem sistem demokrasi subtansial hanya menjadi teori dan isapan jempol semata, besarnya harapan rakyat banyak adalah para anggota wakil rakyat yang duduk di parlemen tidak sebatas berfungsi pada sektor pengawasan,penganggaran,dan legislasi akan tetapi perlunya dibuktikan dengan kerja nyata yang berorientasi pada kepentingan rakyat banyak dan bukan semata mata bertujuan kepada kepentingan segelintir golongan dan partai politik.

News Feed