oleh

Dinas Kesehatan Magetan Persiapan Akreditasi Pukesmas Serta Upayakan Menekan AKI dan AKB

Salah satu Pukesmas di Kecamatan Magetan yang mempersiapakan Akreditasi dan upaya menekan AKI dan AKB di wilayahnya, Kamis (8/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Rencangan program dalam upaya untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Magetan,  Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan bekerjasama dengan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) wilayah Magetan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berupaya melakukan koordinasi. Sering kali ini dilakukan di Kabupaten Magetan, Kamis (08/3/2018).

“Banyak faktor yang menyebabkan kematian ibu antara lain karena perdarahan saat melahirkan, tekanan darah yang tinggi saat hamil (eklampsia), infeksi, persalinan macet dan komplikasi keguguran, ”kata  Plt Kepala Dinas Kesehatan Magetan Dra. Furiana Kartini  saat di wawancarai Beritatrends, Kamis (8/3/2018).

Fury menambahkan penyebab langsung kematian bayi disebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kekurangan oksigen (asfiksia). Penyebab tidak langsung kematian ibu dan bayi baru lahir adalah karena kondisi masyarakat seperti pendidikan, sosial ekonomi dan budaya. Faktor makanan bagi ibu hamil harus terus diperhatikan, agar ibu hamil menjadi sehat, bayi yang dikandung juga tetap terjaga kesehatannya.

Lanjut Fury, kondisi geografi serta keadaan sarana pelayanan yang kurang siap ikut memperberat permasalahan kematian Ibu dan Bayi. Beberapa hal tersebut mengakibatkan kondisi 3 terlambat yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai di tempat pelayanan dan terlambat mendapatkan pertolongan.

“Ada 4 hal yang dapat menyebabkan risiko AKI dan AKB yakni terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak, terlalu rapat jarak kelahiran,” kata Fury.

Ditambahkannya, keterlambatan pengambilan keputusan di tingkat keluarga dapat dihindari. Apabila ibu dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya di tingkat keluarga.

“Perencanaan persalinan dapat dilakukan manakala ibu, suami dan keluarga memiliki pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas. Asuhan perawatan ibu dan bayi pemberian ASI,  jadwal imunisasi lengkap, serta informasi lainnya. Semua informasi tersebut ada di dalam Buku KIA yang diberikan kepada ibu hamil setelah didata melalui P4K,”ucapnya.

Buku KIA juga berfungsi sebagai alat pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil serta pemantauan pertumbuhan bayi sampai usia 5 tahun. Buku ini dapat diperoleh di tiap tiap Puskesmas.

Ditempat yang berbeda Ketua PKK Kabupaten Magetan Nanik Endang Rusminarti, berharap untuk menekan AKI dan AKB diharapkan para bidan desa dan kader kesehatan di dukung kader PKK desa untuk mau melakukan jemput bola mengecek kesehatan Ibu Hamil di wilayahnya.

Begitujuga dengan soal Pelayanana Kesehatan dan Akreditasi Pukesmas dijelaskan secara rinci. Pemberian pelayanan publik yang berkualitas dan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Hal ini sangat disadari betul oleh Dr. Drs. Sumantri Bupati Kabupaten Magetan, melalui Kabag Humas dan Protokol . Tercermin dari usaha-usaha peningkatan kualitas pelayanan sektor publik, baik bidang pelayanan urusan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan.

Dalam bidang pelayanan kesehatan sendiri, setelah unggul dengan beberapa program yang sangat memudahkan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan pengobatan secara gratis, langkah berikutnya yang disasar adalah peningkatan kualitas layanan kesehatan itu sendiri.

Puskesmas sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai tolok ukur pelayanan publik di bidang kesehatan, merupakan salah satu pilar dalam memenuhi tuntutan Tridharma Pembangunan yang diusung Pemerintah Daerah dalam bidang kesehatan. Salah satu syarat yang harus dimiliki oleh Puskemas agar dapat meningkatkan standar pelayanan adalah mampu meraih predikat akreditasi yang ditetapkan Kementrian Kesehatan melalui Komite Akreditasi.

Saat ini target Dinas Kesehatan adalah meluluskan penilaian Akreditasi Puskesmas dan penilaian kelayakan akreditasi oleh Komite Akreditasi Kementrian Kesehatan Pusat akan dilaksanakan pada Tahun 2018 yang artinya sudah ada di depan mata. (Gal)

News Feed