oleh

SMP Negeri 1 Magetan Pelopor Sekolah Fullday Dengan Speckivikasi Untuk Pengembangan Pendidikan Karakter

Sekolahan SMP Negeri 1 Magetan saat jam pelajaran di mulai, Rabu (7/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Rasa lelah dan jenuh tak bisa dipungkiri kerap menghampiri paelajar saat full day school. Namun, mereka mengaku senang bisa mendapatkan banyak manfaat seharian di sekolah.

Seperti yang dirasakan Brian Wisnu (13), siswa kelas 7 D SMP Negeri 1 Magetan. Pelajar asal Perumahan KPR Kandang ayam, Kecamatan / Kabupaten Magetan ini mengaku senang meski  8 jam waktunya dihabiskan di sekolah.

“Materi pelajaran yang kami dapatkan lebih tinggi dibandingkan sekolah biasa, kekeluargaan dengan sesama teman lebih menyatu karena lebih banyak berkumpul di sekolah,” kata Brian saat berbincang dengan Beritatrends di depan kelasnya, Rabu (7/3/2018).

Rasa lelah karena diforsir dengan belajar, tak bisa dipungkiri dirasakan oleh para siswa full day school. Seperti yang dirasakan Annas Firdaus Asidiq (13), siswa kelas 7 D asal Sumber Dodol. “Manfaatnya banyak yang dipelajari, banyak dapat ilmu walaupun capek juga, ngantuk segala macam, kadang sampai tidur di kelas,”ujarnya.

Lain halnya dengan yang dirasakan Faizal Raffi (13), siswa kelas 7 A asal Panekan. Dengan full day school, mengaku lebih bisa menghargai waktu. Di tengah kesibukan belajarnya sehari-hari, dia terdorong untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. “Selain itu saya bisa lebih taat aturan sekolah, sehingga tak terpengaruh pergaulan bebas di luar,” tandasnya.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Magetan menerapkan full day school. Sekolah 8 jam sehari itu diterapkan sejak Januari  2018. Setiap hari, siswa harus mengikuti kegiatan di sekolah mulai pukul 06.45 – 15.30 WIB. Pemerintah mewacanakan sekolah 8 jam selama 5 hari dalam seminggu

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mageta Setyo Budi melalui Humas SMP Negeri 1 Magetan Muries Subiyantoro mengatakan, SMP Negeri 1 Magetan mulai semester genap tahun ajaran 2018/2019, kita mulai terapkan Full Day atau lima hari kerja, mulai hari Senin sampai Jum’at dalam semingu.

“Proses pembelajaran dengan sistem full day di mulai dari pukul 06.45 WIB – 14.00WIB yaitu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), lalu 14.00WIB – 14.30 Literasi di dalam maupun di luar kelas, Pukul 14.30WIB – 15.45 WIB kegiatan Mandiri, ada beberacam termasuk Extrakurikulir yang sudah di pilihkan, Belajar mandiri, materi yang kurang di pahami,”terang Muries kepada Beritatrends, Rabu (7/3/2018)

Dengan full day, jangan sampai ada tugas yang dibebankan kepada anak untuk dikerjakan di rumah. semua tugas Akademik maupun non-akademik bisa diselesaikan disekolah. Fullday di mulai sejak awal januari 2018 sampai dengan sekarang, kita selalu lakukan evaluasi untuk proses belajar fullday ini. “Sesuai aturan Perpres terbaru, Metode Fullday ini dibolehkan, tatapi tergantung pada kesiapan sekolahnya masing-masing. kalau sekolahnya tidak siap, kalau bisa jangan dipaksakan,”ucapnya.

Fullday speckivikasinya di Magetan untuk pengembangan pendidikan karakter, melalui kegiatan-kegitan Akademik/non akademik. sehinga diharapkan dari sisi perilaku, dari sisi kemampuan anak menjadi lebih baik. “Kalau tolak ukur kualitas, nanti bisa dilihat setelah ujian,”pungkas Muries. (lak)

News Feed