oleh

DTPHPKP Kabupaten Magetan Menyerahkan Bantuan Buat Gapoktan

Kepala DTPHPKP perwakilan dari Kodim 0804, Ketua HKTI Magetan serta para Gapoktan yang menerima bantuan, Selasa (6/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) adalah suatu organisasi yang terdiri dari beberapa kelompok tani. Biasanya dalam satu desa hanya terdapat satu gapoktan. Gapoktan terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris dan anggota.  Syarat menjadi anggota dan pengurus gapoktan adalah harus menjadi petani, baik secara real maupun secara administratif ditunjukkan dengan bukti KTP.

Eddy Suseno, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan mengatakan, setiap tahun angaran, pemerintah pusat membantukan alat mesin pertanian kepada Gapoktan, sampai ke Kabupaten Magetan sudah berupa barang, agar terpantau dan teradministrasi dengan baik  penyalurannya mesti melalui Dinas terkait yang ada di Kabupaten. “Pada awal tahun 2018 tepatnya DTPHPKP menyerahkan 10 Alsinta yang berupa 7 traktor dan 3 pompa air yang diberikan ke kelompok tani Gapoktan untuk kepentingan angota kelompok,”ucap Edy Kepada Beritatrends, Selasa (6/3/2018).

anggota HKTI Magetan lagi memeriksa bantuan yang akan di berikan kepada Gapoktan

Semoga bantuan alat ini bisa mendorong meningkatkan produksi padi para petani di Magetan, ini barang milik Negara seyogianya gapoktan yang dibentuk harus menjadi wadah bagi petani untuk menjalin silaturrahmi, berdiskusi, berbagi ilmu, bertukar pikiran dan pengalaman untuk mewujudkan usaha pertanian yang lebih maju. Gapoktan juga bukan hanya menjadi wadah untuk menjalin komunikasi antarsesama anggota kelompok, tapi juga dengan anggota dari kelompok lain.

“Dalam kelompok tani juga tidak boleh ada satu atau dua anggota yang dominan dan ingin menguasai berbagai bantuan yang telah diberikan pemerintah, karena pemerintah memberikan berbagai bantuan kepada kelompok tani digunakan untuk kepentingan bersama. Jadi jangan sampai ada oknum-oknum tertentu dalam kelompok itu yang sifatnya ingin menguasai sendiri bantuan dengan mengabaikan kepentingan-kepentingan petani lain yang merupakan rekan kelompoknya,” kata Edy.

Harun Sunarso, Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Magetan menjelaskan, hal ini merupakan tidak lanjut kunjungan ketua DPP HKTI ke Jawa Timur kemarin, bahwa HKTI berupaya untuk bisa memfasilitasi dan menjembatani antara patani dengan masyarakat serta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. “Atas dasar dorongan petani kemarin DPP HKTI mengusulkan ke Kementrian Pertanian untuk bisa membantu petani-petani di Kabupaten Magetan. Pada tahap pertama, telah di bantu oleh Kementrian Pertanian, 10 unit peralatan pertanian,”ucapa Harun, Selasa (6/3/2018)

Lanjutnya, di Kabupaten Magetan ada 18 Kecamatan, dengan 235 Desa/Kelurahan, kalau di bantu 10 alat pertanian, tentunya sangat kurang. Kita berharap petani bisa memanfaatkan alat ini dengan sebaik-baiknya, minimal enam bulan sekali kita akan monitor alat ke gapoktan yang telah menerima bantuan tersebut.

Gapoktan yang menerima lagi menandatangani berita acara

“Sepuluh Gapoktan yang telah menerima bantuan Alsinta yakni : 1).Mukti tani, Ds. Karangmojo, kec. Kartoharjo, 2).Mojo Asri, Ds. Karangmojo, kec. Kartoharjo, 3).Tani Mulyo, Ds. Bangsri, kec. Ngariboyo, 4).Gilis, Ds/kec. Nguntoronadi, 5).Sido Makmur Al Sidowayah, Ds. Ginuk, kec. Karas, 6).Sumber Tani, Ds. Sumberdukun, kec. Ngariboyo, 7).Karya Tani, Ds. Kiringan, kec. Takeran, 8).Slungguh 2, Ds. Karang Pakis, kec. Panekan, 9).Ngudi Makmur 1, Ds. Manjung, kec. Panekan, dan 10).Ngudi Rahayu, Ds. Kalang, kec.Sidorejo, ini harus benar benar merawat dan menjaga bantuan dari pemerintah,”pinta Harun.

Harun juga mengingatkan kepada instansi terkait agar gapoktan penerima bantuan adalah kelompok yang aktif serta bukan fiktif, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. “Karena kita tidak ingin bantuan seperti peralatan dan mesin pertanian menjadi tidak bermanfaat, tapi bantuan yang diberikan harus benar-benar bermanfaat untuk mendorong produktivitas petani di Kabupaten Magetan,”pungkas Harun.(Gal)

News Feed