oleh

Warem Ditutup Menjadi Sepi, Kembali ke Lokalisasi Mbaben

 inilah warung remang-remang yang menjadi sepi setelah disegel oleh Satpol PP, dan yang masih buka warung kopi sesuai ijin awal, Kamis (1/3/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Sejak di tegakkanya teguran ketiga terhadap Warung remang-remag (warem) dan tempat hiburan karoeke di Desa Malang Maospati Kabupaten Magetan pada hari Senin (19/22018) sebanyak 17 tempat tersebut hanya satu yang masih buka.

Ini daftar 17 bangunan Tempat Hiburan Malam/Cafe yang disegel oleh Satpol PP Magetan: 1. Bangunan milik Ibu yuli. 2. Bangunan milik Mangun 3. Bangunan milik Yuli 4. Bangunan milik Susi. 5. Bangunan milik Lintang. 6. Bangunan milik Marlena. 7. Bangunan milik Sablah. 8. Bangunan milik Amel. 9. Bangunan milik Golden. 10. Bangunan milik Tratih. 11. Bangunan milik Saminem. 12. Bangunan milik Watik. 13. Bangunan milik Reza. 14. Bangunan milik Endah. 15. Bangunan milik Tato. 16. Bangunan milik Wahyu. 17. Bangunan milik Kodin.

Menurut keterangan warga setempat saat ngobrol dengan awak media Beritatrends mengatakan, memang bener mas untuk yang di lokasi yang disegel Satpol PP semua sudah tutup, hanya satu yang masih buka.

“Saat sekarang mereka kembali lagi di tempat lokalisasi Mbaben, padahal tempat tersebut sama Pemeritah Provinsi Jawa Timur jelas sudah dilarang dan tidak bisa lagi beroprasi,”ucapnya.

Memang didalam lokalisasi mbaben masih ada warga yang tinggal di sasana karena di sana itu menurut informasi tanah milik pribadi

Plt Satpol PP Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi melalau Kepala Bidang Pengegakan Perda Rahmad mengatakan, memang hari ini Kamis (1/3/2018) pukul 19.30 WIB Malam, kami diundang untuk musyawarah namun kami belun tahu terkait apa.

“Terima kasih informasinya kalau di bekas lolalisasi mbaben masih di pergunakan secara sembunyi-sembunyi, coba nanti akan kita dengarkan apa yang meraka inginkan dan terkait apa kami juga belum jelas pada pertemuan nanti,”ucap Rahmat kepada Beritatrtends, Kamis (1/3/2018).

Setelah pertemuan yang diundang oleh warga akan kita sampai kepada teman – teman media, kalau perlu silahkan media bisa ikut pada pertemuan tersebut, terbuka kita tak akan menutup – nutupi semua perkembangan terkait masalah yang terjadi di Desa Malang. (gal)

News Feed