oleh

Di Kabupaten Magetan 19 Lokasi Izin Penambangan Galian C yang Berizin Komplit

Kabag SDA Kabupaten Magetan Maryono saat menunjukkan data yang mencari izin Galian C Rabu (28/2/2018)

Beritatrtends.com, Magetan – Ditahun 2018 yang telah sesuai sebanyak 19 lokasi usaha pertambangan pasir dan batu atau galian C di wilayah Kabupaten Magetan mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk beroperasi, sudah mengantongi tiga izin antara lain Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP), Izin Usaha Penambangan (IUP) Eksplortasi dan IUP Operasasi Produksi (OP).

“Ini Daftar 19 usaha Penambangan Galian C yang mendapatkan izin tersebut Daftar Pemihon Ijin Usaha Penambangan yang komplit : 1.H.ir.Soewoto, SMHK, 2.H.ir.Soewoto, SMHK, 3.Warsono, 4.CV. jaya jati, 5.CV. Jaya Jati, 6.Basoriyanto, 7.PT.Mitra Indonesia Makmur, 8.CV.Putera Anugrah, 9.Basoriyanto, 10.Romadianto Umaroh Giri, 11.Mohyar, ST, 12.Mohyar, ST, 13.Tri Susiloadi, 14.Sumiran, 15.Muchammad Yanuar Junaidi, ST, 16.Parmen, 17. Sri Rubiati, 18.Sri Hartono, 19.Siti Budi Hati,”terang Kepala Bagian Sumber Daya Alam Magetan Muryono, Kamis (28/2/2018).

Sedang Pemegang hanya sampai IUP – Ekplorasi, Persentasi dokumen teknis adalah : 20.Tri Susiloadi, 21.Ronny Wijaya, 22.Rubangi, 23.Mundzironi, 24.Siti Budi Harti, 25.Romadhianto Umaroh Giri, 26.Rubangi, 27.Rubangi.

“Dan yang memegang IUP – Ekplorasi : 28.Heru Indarto, 29.Mundzironi, 30.CV. Jaya Jati, 31.Basorianto,  serta yang mencabut Permohonan : 32.Sumanto, 33.Romadhianto Umaroh Giri, 34.Sumanto,”kata Muryono.

Lanjutnya kalau pemegang Rekombub/Inform kesesuaian tata ruang WIUP : 35.Siti Budi Harti, 36.Purwadi, 37.Heru Susanto, 38.Mamat Antoni, 39.Heri Susilowati, 40.Jainuri Ihsan, 41.Siti Budi Harti, jadi total keseluruhan yang komplit dan dan tidak komplit hingga mencabut kembali untuk pengurusan inzin Galian C yang terdaftar di SDA Pemkab Magetan sebanyak 42 orang atau perusahaan.

Pengurusan WIUP, IUP hingga OP menurut Muryono, semua pengurusan di Provinsi kita hanya sebagai SDA administrasif saja maka rentetannya pengurusan dimulai dari DPMPTSP Provinsi menyurati ke dinas SDM Provinsi untuk di verifikasi, untuk di lihat dari peta satelit dan termasuk peninjauan lapangan sesuai titik koordinat yang akan di usulkan, harus cocok dengan Rt/Rw di mana akan di laksanakan usaha tersebut.

“SDM buat laporan dimasukan DPMPTSP Provinsi, dilanjutkan DPMPTSP akan minta keterangan kesesuaian wilayahnya melalau  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten, setelah di setujui dari PUPR mengirim ke SDA barulah terbit ijin WIUP. Dan selain WIUP juga di wajib kan ijin Ekplorasi, banyak persyaratan- persyaratan yang harus di penuhi, termasuk UKL-UPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan terakhir mengajukan IUP Operasi Produksi (OP), dalam artian di presentasikan dan sebagainya.”jelas Muryono.

Diperkuat setelah kami buka data yang di tembuskan ke SDA Kabupaten Magetan, Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, mencatat ada sebanyak 42 usaha pertambangan pasir dan batu di Magetan yang mengajukan izin ke Pemprov. Sebagian pengajuan izinnya ditolak karena lokasinya tidak sesuai dengan RTRW kabupaten Magetan, sedangkan beberapa lainya mendapat rekomendasi dan diproses.

“Pemerintah meminta para penamabang pasir dan batu untuk tetap mengikuti peraturan yang berlaku, penambang diminta tidak menambang atau beroperasi sebelum semua izin dari Pemprop Jawa Timur selesai, dan diharapkan para penambang sudah mengantongi 3 izin segera foto copy izin diserahkan ke pemerintah kabupaten Magetan karena dari 19 lokasi yang sudah mengantongi izin tersebut baru 6 lokasi yang menyerahkan, karena ini mengandung Pajak pendapatan daerah. Jika ada yang nekat melakukan pengerukan, pihak kepolisian setempat akan menindak tegas sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,”tandas Muryono. (Gal).

 

News Feed