oleh

Warga Protes Tanah Lapangan Desa Di Jadikan Kandang Ayam

Tanah Lapangan yang biasanya buat oleh raga di sulap menjadi Kandang Ayam dikelola Bumdes, Senin (26/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Warga awalnya akan ber demo sekita pukul 15.00 WIB saat lapangan sepak bola di Desa Sambirembe, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan akan dijadikan kandang ayam yang nantinya akan di kelola oleh Bumdes Sambirembe, namun entah apa yang terjadi, menurut info yang diterima gagalnya demo akibat ada ucapan pendemo sudah disuap.

Menurut keterangan Perangkat Desa Sambirembe, sekaligus Timlak Pembangunan Bumdes pengelolaan Kandang ayam, Muslimim mengatakan, kemarin sudah kita lakukan musyawarah terkait pembangunan kandang ayam di lapangan ini, tapi enggak mungkin juga kita mengundang semua warga desa, gambarnya pun sudah jadi.

“Memang belum kita beri plang proyek, karena bangunannya baru mulai, baru jadi pondasi, nanti pasti akan kita pasang papan namanya ini baru dipesankan,”ucap Muslimin.

Kalaupun ada yang tidak setuju, mungkin itu warga yang bukan asli domisili disini, yang kita pakai itu adalah sebagian tanah makam desa yang sebagian di bikin lapangan bola, terus pinggirnya yang kita gunakan untuk membangun kandang Bumdes selebar 8m×18m.

Ditempat yang berbeda Eko Santoso Lurah Sambirembe, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan mengatakan, lapangan itu sekarang sudah tidak berfungsi, ada lapangan tetapi tidak ada kegiatan, itu sudah berlangsung selama saya menjabat lurah 4 tahun.

“Kenapa kami membuat kandang ayam melalui Bumdes di desa Sambiremb karena Desa  ini potensinya ayam,  karena itu lapangan kita alihkan fungsi menjadi kandang ayam yang di kelola Bumdes,”terang Eko, Senin (26/2/2018).

Lanjutnya, tanah makam ini adalah aset desa, pengunaannya wewenangnya Pemerintah Desa bukan pemerintah, tapi Pemdes. Mau di buat apapun itu terserah Pemerintahan Desa.

“Kalaupun ada yang tidak setuju, belum ada itu warga yang melapor ke kantor Desa. Memang awal sejarahnya lapangan bola, tapi kalau enggak di fungsikan percuma,”ucap Lurah Eko.

Adapun suara burung yang mengatakan suruh ijin kepada yang membuat lapangan, saya bingung ijin ke siapa, itu lho tanah desa, bukan tanah Hak pribadi. Kalau pun nanti ada keluhan atau tidak setuju dengan pembangunan tersebut, saya mau tanya dasarnya apa.

“Kalaupun ada isu mau ada yang mau demo, saya sarankan jangan dulu, karena menurut saya demo itu langkah terakhir. mungkin bisa datang ke kantor untuk mediasi. Apabila terpaksa harus ada demo, mereka harus punya alasan yang mendasar, tetapi jangan sampai menjurus ke kriminalisasi pemerintahan,”pungkas Eko. (G.Lih)

News Feed