oleh

Beranikah Satpol PP Merazia di Kawasan Sarangan?

Kawasan Wisata Sarangan yang indah mempesona para pengunjungnya

Beritatrends.com, Magetan – Penelusuran Media Beritatrends di sekitar serta di Kawasan wisata Telaga Sarangan Kecamatan Plaosan, diklim salah satu aktifis Sutrisno mengatakan, para pejabat yang berada di Magetan Kurang bertaring, karena kendati mengetahui maraknya kegiatan asusila di penginapan dan hotel di wilayah ini sejak lama, namun Penegak Perda ini justru tutup mata, Minggu (25/2/2018).

Dari data yang berhasil dihimpun Beritatrends, Hotel dan Losmen mulai dari Ngerong dan di sekitar Telaga Sarangan kerap menjadi jujukan muda mudi dan pasangan kumpul kebo, untuk memadu kasih di dalam kamar. Bahkan dengan uang sewa kamar Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- , mereka langsung mendapatkan kunci kamar tanpa meninggalkan KTP sebagai jaminan.

Bahkan, akibat suburnya praktik prostitusi di objek wisata unggulan Magetan ini, sejumlah warga nekat berprofesi sebagai calo kamar bagi  pasangan muda mudi yang datang ke Sarangan.

Warga Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan mengaku namanya Antok (52) mengatakan, Satpol-PP tidak berani, untuk merazia hotel dan losmen yang kerap di jadikan ajang mesum para wisatawan Sarangan, ia menilai Satpol-PP hanya berani menggaruk Pedagang Kaki Lima (PK5), Gepeng dan pengamen saja.” Jangan cuman PK5, gepeng dan pengamen saja dong, seharusnya razia juga di tempat-tempat mesum berkedok hotel dan losmen itu,”ucapnya.

Lanjut Antok, hampir tiap hari ada saja muda mudi yang hilir mudik masuk ke sejumlah losmen dan hotel mulai dari Ngerong hingga Sarangan, mereka biasanya menggunakan kamar hanya 3-4 jam saja, setelah itu pergi.” Sudah bukan rahasia lagi, banyak muda mudi sewa kamar di sini untuk begituan,”jelanya.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Magetan melalui Kapala Bidang Trantib saat di hubungi Media Beritatrends sampai berita ini di terbitkan belum memberi jawaban. (Gal).

 

 

News Feed