oleh

Pencanangan HPSN, Justru di Magetan Sampah Menumpuk

Setelah diberitakan Petugas DLH langsung mengangkut sampah yang menumpuk, Kamis (22/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Sangat memprehatinkan kondisi Kabupaten Magetan saat sekarang apalagi pada saat menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) saat sekarang ini, di mana banyak sekali laporan menumpuknya sampah di tempat pembuangan sampah yang tidak segera diambil untuk diangkut ke Tempat Pembuanga Akhir (TPA).

Dra.Wahyu Saptawati Budi Utami.MM Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Magetan melalai Eko Budiono.SH Kasubag pemberitaan mengatakan, dengan momentum hari peduli sampah nasional ini Pemerrintah Kabupaten Magetan concern dalam penanganan  permasalahan sampah dengan menumbuhkan kepedulian dari semua pihak untuk bersenergi dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Magetan, karena permaslahan sampah tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah tanpa ada kerjasama dari semua elemen masyarakat baik perorangan, masyarakat dan aktivis lingkungan dengan peran dan fungsi masing masing

“Sebagai fungsi pelayan masyarakat Pemerintah terus berusaha untuk memberi pelayanan terbaik baik penanganan sampah di Kabupaten Magetan ditengah keterbatasan yang ada, sehingga Magetan sebagai kota wisata dan kota Adipura benar benar bisa terjaga kebersihan dan kenyamanannya jauh dari sampah yang menggangu kenyaman masyarakat dan wisatawan,”ucap Eko kepada Beritatrends.com, Kamis (22/2/2018)

Terkait Hari Peduli Sampah Nasioanal Sekretarsis Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan DR.Drs.Bambang Trianto.MM mengajak dan menginstruksikan kepada PNS di lingkungan Pemkab Magetan untuk menjadi pelopor dan teladan bagi masyarakat luas untuk bijak dalam mengelola sampah yang dimulai dari diri PNS sendiri, dengan senantiasa disiplin untuk tidak membuang sampah disembarang tempat

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan Agung Lewis mengatakan memang dalam rangka memperingati HPSN ada surat edaran tertanggal 21 Januari 2018 sampai dengan 21 April 2018  tapi terima surat edaran tersebut baru awal bulan Februari 2018 terkait Peduli Sampah.

“Memang untuk Kabupaten Magetan belum ada intruksi kapan kita akan laku gelar aksi peduli pemungkutan sampah atau menggelar kerja bakti masal seperti kabupaten lainnya Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia, ini kita tinggal menungggu perintah dari Bapak Bupati, “ucap Agung Kepada Beritatrends.com, Kamis (22/2/2018).

Ditambahkan Kepala Bidang Kebersihan DLH, Marwidi mengatakan, Alhamdulillah dan terima kasih sudah mengingatkan serta peduli dengan keberadaan sampah di Magetan, mudah – mudahan ini sebagai cambuk kita untuk memikirkan nasibnya sampah.

“Dan saya atas nama DLH mohon maaf tidak bisa melayani masyarakat Magetan dalam membantu untuk membuangkan sampahnya,”ucap Marwidi kepada Beritatrends.com, Kamis (22/2/2018) via whatsapp.

Drh. Sutrisno Ketua Ngo Walidasa mengatakan kami sangat menyayangkan ucapan Kepala Bidang Kebersihan DLH Marwidi, anda itu pelayan masyarakat yang digaji dengan uang Negara dan anggaran untuk angkutan sampah itu bukanya sedikit 2 milyar lebih dan seharusnya kalau kita sadar dan peduli dengan adanya peringatan Hari Peduli Sampah Nasional itu, menggugah masyarakat untuk peduli tapi nyatanya di Kota Magetan pengelolaan sampahnya masih kurang bagus, buktikan agar masyarakat kota Magetan menjadi peduli.

“Anggaran untuk Belanja Jasa Kebersihan dalam Kota, angkutan sampah salter dan composting Rp. 196.000.000,- pengadaan langsung dan Belanja Jasa Kebersihan dalam Kota, angkutan sampah salter dan composting Rp. 1.892.623.550 cukup besar namun masih ada kendala setiap diawal tahun seharusnya segera dilelangkan biar tidak terjadi penumpukan di mana-mana, masa hampir setiap tahun selalu demian yang terjadi, seharusnya belajar dari pengalaman yang pernah terjadi dan seharus nya hal seperti ini tak akan terjadi lagi,”ucap Sutrisno.

Seharusnya Koordinator bank sampah di Magetan bisa menjabarkan ada berapa bank sampah yang berkualitas dan bank sampah mandiri, kelihatannya selama ini hanya ada namanya saja bank sampah dengan menggunakan anggaran APBD tapi tak jelas wujudnya.

“Dengan komplek yang terjadi penumpukan sampah sejak bulan Januari hingga Februari 2018 pada kesepatan HPSN digelar kerja bakti akbar dilaksanakan dengan menggandeng beberapa instansi serta lembaga lainnya serta berbaur dengan masyarakat akan selesai permasalahan sampah tersebut,”ucap Sutrisno.

Perubahan paradigma masyarakat sangat penting dilakukan agar dalam keseharian itu bisa mengakar budaya hidup bersih. “Jangan berpikir karena Magetan sudah meraih Piala Adipura maka pekerjaan selesai. Berapa pun banyaknya adipura yang di koleksi Kabupaten Magetan tidak akan punya arti jika masih banyak warga Magetan yang tak peduli sampah. Budaya bersih harus tercipta di Kota Magetan,”jelasnya.(Red)

 

 

 

 

 

News Feed