oleh

SOP Satpol PP Magetan Berjalan Sesuai Janjinya melakukan Surat Teguran ke 3

Surat teguran ke 3 yang di layangkan hari ini Kamis (15/2/2018) oleh Satpol PP Magetan

Saat menemui ketua Paguyuban warung yang berada di jalan Maospati – Ngawi Desa Malang

Beritatrends.com, Magetan – Sesuai Standar Opasional Prosedur (SOP) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan terkait penertiban warung remang-remang (Warem) dan tempat Karoeke illegal yang berada di Desa Malang di kasih surat teguran, terbukti hari ini melayangkan teguran yang ke tiga dalam jangka waktu tiga hari apa bila belum ada niat untuk pindah atau menutup tempat usahanya akan di dilakukan penutupan paksa atau penyegelan oleh Satpol PP, Kamis (15/2/2018).

Plt. Kepala Sapol PP Chanif Tri Wahyudi melalui Kepala Bidang Penegakan Perda Kabupaten Magetan mengatakan, sore ini akan kita lakukan pengiriman surat yang ke tiga kepada para pengusaha Warem dan tempat hiburan karoeke illegal yang berada di kawasan Desa Malang Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.  Sebanyak 43 Warung dan 6 sebelah timur dan kemungkinan akan bertambah jumlahnya.

“Kali ini kita lakukan teguran yang ke tiga seperti ucapan kami pada saat pertemuan dengan para pemilik warung kopi dan pemilik karoeke di salah satu pemilik karoeke yang tak berizin tersebut sepuluh hari yang lalu, SOP yang kita miliki dalam aturan dilakukan teguran melalui surat dengan tempo waktu 7,3,3, ini teguran yang ketiga,” ucap Rahmat kepada Beritatrends.com, Kamis (15/2/2018) sore.

Saat silaturahmi di kediaman Kepala Desa Malang, Kamis (15/2/2018)

Diacungi jempol oleh Nopan alias Cacing  salah warga yang selalu mengamati pergerakan dan kerjanya Satpol PP Magetan selama dilapori warga Desa Malang, pada tegoran ke dua pemilik warung remang-remang (warem) dan Karoeke kemarin malam yang beroprasi atau yang buka tinggal tiga tempat saja.

“Kami warga untuk sementara merasa senang dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pemerintah Kabupaten Magetan, khususnya kepada Satpol PP yang telah menanggapi semua laporan kami, ini artinya tak sia-sia upaya kami untuk meyakinkan apa sebenarnya yang terjadi di Desa Malanh,”ucap Nopan, kepada Beritatrends.com (15/2/2018).

Tapi hal ini benar-benar harus terealisasi bahwa warang-wang tersebut tutup dan dikembalikan seperti awal pendiriannya. Kami akan kawal terus apa yang telah di kerjakan Satpol PP, walaupun kami harus mengeluarkan uang untuk melancarkan keinginan kami bahwa Desa Malang harus bersih dari tempat porstitusi dan warem serta tempat karoeke tanpa izin itu. (Red)

 

Loading...

News Feed