oleh

Inilah Hasil Rapat Limbah Kulit Desa Banjarejo – Magetan

Ilustrasi Rapat Dengar Pendapat , Kepala Desa Banjarejo, DLH, Pengusaha Kulit, Polsek Ngariboyo, Disperindag, Satpol PP, Senin (12/2/2018) yang lalu.

Beritatrends.com, Magetan – Permasalahan Limbah yang terjadi di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan yang mengeluh dengan aktifitas pabrik kulit Home Industri yang berada di Dusun Alas Malang yang membuang limbahnya di Sungai Banjarejo Ngariboyo Kabupaten Magetan. Menurut warga, limbah cair tersebut langsung dibuang ke sungai yang mengakibatkan sungai menjadi berubah warna dan berbuih.

Yang akhirnya Kepala Desa Banjarejo Jumiran, melakukan koordinasi demi terwujudnya kebijakan di wilayah kekuasaannya, tapi kami harus berkoordinasi dengan dinas yang terkait, seperti kepolisian terkait keamanan masyarakat yang melanggar hukum, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu terkait ijin Pabrik ada apa tidak, Dinas Lingkungan Hidup terkait kelengkapan persyarat untuk mencari ijin pendirian Pabrik Kulit UKL dan UPL nya, dan Satpol PP sebagai Penegak Perda di Magetan.

Kemudian Kepala Desa Banjarejo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag), Polsek Ngariboyo dan Kelapa bagian Sumber  Daya Alam (SDA) serta penyamak kulit mengadakan rapat di Kantor DLH Kabupaten Magetan, Senin (12/2/2018) kemarin.

Notulen hasil rapat terkait limbah Home Industri yang berada di Desa Banjarejo menyimpulkan, Home industry merupakan binaan Diperindag, Terjadinya pencemaran masih beberapa alternative, sengaja atau ada  alat yang  rusak atau alat yang tidak sesuai dengan kegunaannya

Sample limbah baru diambil hari Senin (12/2/2018) karena personil DLH sedang study banding ke Banyuwangi sedangkan setiap usaha harus punya IPAL sesuai UU 32/2009.

Pernyataan Disperindag, rekom diberikan hanya untuk SIUP, olahan kulit di Ngariboyo masih nabati bukan crom, olahan bahan diluar LIK belum pernah direkomendasi karena keterbatasan alat.

Permintaan Kepala Desa Banjarejo, Jumiran mengatakan, kepada seluruh pengusaha atau penyamak siap bikin lokasi sampah/limbah, penyamak siap kurangi produksi guna menekan limbah yang dihasilkan, penyamak harus siap melakukan proses pengapuran di LIK, penyamak harus siap berhenti total produksi apabila kolam penampungan belum siap.

“Dengan hasil Rekomendasi rapat tersebut, apa bila tidak mentaati yang telah disepakati pada rapat ini tentunya sudah siapa dengan sangsi : kegiatan produksi dihentikan, proses pengapuran dan proses kuli (basah)  harus di LIK, apabila terjadi pencemaran sekecil apapun maka Polres akan bertindak karena sudah cukup alat bukti,”ucap Jumiran. (Red)

 

Loading...

News Feed