oleh

Satpol PP Magetan Lakukan Teguran Kedua Kepada Warem Yang Berada di Desa Malang

Petugas Satpol PP Magetan saat menyampaikan surat teguran ke dua di salah satu tempat warem yang berada di Desa Malang, Senin (12/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Sesuai Janji Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan terkait penertiban warung remang-remang (Warem) dan tempat Karoeke illegal yang berada di Desa Malang yang akan di kasih surat teguran, terbukti hari ini melayangkan teguran yang kedua dalam jangka waktu tiga hari apa bila belu mada niat untuk pindah atau menutup tempat usahanya akan di kasih teguran yang ketiga juga jangka waktu tiga hari dan apa bila tidak di indahkan akan dilakukan poenutupan paksa atau penyegelan oleh Satpol PP, Senin (12/2/2018).

Plt. Kepala Sapol PP Chanif Tri Wahyudi melalui Kepala Bidang Penegakan Perda Kabupaten Magetan mengatakan, sore ini akan kita lakukan pengiriman surat yang kedua kepada para pengusaha Warem dan tempat hiburan karoeke illegal yang berada di kawasan Desa Malang Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.  Sebanyak 43 Warung dan 6 sebelah timur dan ini akan menjadi bertambah jumlahnya kita akan data pada pengiriman surat yang ke 3.

“Ini kita tidak main-main seperti ucapan kami pada saat pertemuan dengan para pemilik warung kopi dan pemilik karoeke di salah satu pemilik karoeke yang tak berizin tersebut seminggu yang lalu, sesuai SOP yang kita miliki dalam aturan dilakukan tegoran melalui surat dengan tempo waktu 7,3,3, artinya teguran pertama 7 hari apa bila tidak dilaksanakan dilakukan teguran ke dua dengan waktu 3 hari dan apa bila tidak diindahkan selanjutnya kita buat teguran ke tiga dengan tempo 3 hari, kemudian apa bila tidak dilaksanakan akan kita lakukan eksekusi,”ucap Rachmat kepada Beritatrends.com, Senin (12/2/2018).

Disalah satu tempat kos yang terletak di Jalan Agung Maospati

Dibenarkan oleh salah satu warga setempat, Nopan alias Cacing, ternyata bapak Satpol PP tidak main-main mereka pada hari ini melakukan pengiriman surat yang kedua terkait laporan dari masyarakat yang sudah muak adanya warem dan tempat karoeke illegal di kampong kami yang sudah menjamur di sepanjang jalan Maospati – Ngawi dan Jalan Agung (jalan yang menuju bekas lokalisasi Sari Madu / Mbaben).

“Memang kami menunggu reaksi tindak lanjut dari Satpol PP dalam hal pelaporan kami kepada Bupati dengan tembusan Satpol PP dan instansi terkait dengan lisan dan diperkuat dengan Surat, terkait tidak setujunya warga kalau wilayah Desa Malang di jadikan tempat Postitusi, Warem  dan tempat hiburan karoeke yang tak berizin, kami akan melakukan perang sesuai dengan pemasangan benner yang sudah kita pasang di berapa titik yang di jadikan lahan perbuatan tidak senonoh itu,”pungkas Nopan alias Cacing. (Lak)

News Feed