oleh

PUPR Magetan Penuhi Janji Akan Datangkan BBWS Pusat Langsung Turun Ke Magetan, Melihat Tiga Lokasi Sungai Yang Longsor

Kepala BBWS Pusat menjelaskan bahwa sungai di Magetan itu seharusnya untuk membangunrumah jangan terlalu mepet, berhubung di Magetan banyak rumah tua ya biarkan saja yang penting jangan dibangun lagi, Lokasi Foto di Jalan Manggis, Senin (12/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Akhirnya janji PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) akan mendatangkan Balai Besar Wilayah Sungai Pusat Bengawan Solo langsung turun kelokasi yang terdampak longsor, Senin (12/2/2018).

Hal ini bisa terwujud karenan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Jawa Timur yang bekejasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan terkait tiga titik longsor yang melanda daerah Kecamatan Kota Magetan, hari ini mendatangkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Pusat dan langsung mengontrol di tiga titik yakni di Jalan Thamri, Jalan Pandan dan terakhir di Jalan Manggis.

Kumari Kepala BPBD Magetan yang damping Gatut Purwanto Kasi Rehabilitasi dan kontruksi mengatakan, sebelum terjadinya longsor memang kami sudah melakukan laporan ke BPBD pusat dan ke BBWS yang ada di Madiun.

“Tapi belum ada reaksi dari pihak yang terkait, setelah ini terjadi longsor baru turun menindaklanjuti apa yang kami laporkan, “ucap Gatut, kepada Beritatrends.com, Senin (12/2/2018).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Charisal Akdian Manu mengunjungi tempat yang longsor semuanya ada di Kali Gandong mengatakan, kami dalam rangka silaturahmi dengan Bupati Magetan , Sekda, Bappeda, BPBD, PUPR untuk melihat infrastruktur  sungai – sungai yang ada di Magetan.

“Di Magetan mengalami masalah lonsor pada sungai perkotaan, pada sungai induknnya maupun anak anak sungai, dari kondisi yang kami lihat, dampak daya rusak air di Magetan itu memang cukup parah, kami perlu tahu lebih dalam karena perlu di diagnosa masalahnya apa, tindakan pertama adalah Tim Geologi kami kirim untuk identifikasi penyebabnya,”jelas Charisal kepada Beritatrends.com, Senin, (12/2/2018).

Dari kejadian yang ada, masyarakat biar tahu bahwa sungai itu ada Space khusus yang tidak boleh di jadikan pemukiman, yang namanya Sempadan sungai, sempadan sungai sudah dibentuk bahwa jarak dari tepi sungai yang tidak bertangul berapa meter, dalam kota sekian meter, luar kota sekian meter, sudah ada aturannya semua.

“Kondisi yang ada di Magetan banyak rumah yang sudah mepet ke sungai, kalau di lihat dari tata ruangnya itu tidak boleh, karena ini di lingkungan kota, tanah rumah yang sudah tua itu biarkan saja, jangan di bangun lagi, supaya bisa menjadi resapan air, sebenarnya kalau di lihat dari sisi tata ruang sudah menyalahi aturan,”jelasnya.

Kita usahakan tim Geologi yang ada di Bendo akan kita kirim ke Magetan besuk Selasa (13/2/2018) biar langsung melihat struktur tanahnya biar perencanaannya dalam perhitung tidak salah karena ini akan memerlukan biaya yang sangat banyak untuk pembenahan di tiga titik yang longsor ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan (PUPR) Ruang Kabupaten Magetan Ir. Hergunadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Yuli K Iswahyudi mengatakan setelah kejadian longsor di tiga titik kemarin kami perwakilan dari PUPR langsung berkoordinasi ke BBWS Pusat yang berada di Solo.

“Hari ini Kepala BBWS Pusat, Perwakilan BBWS, nBPBD Magetan langsung terjun kelapangan melihat situasi kebenarannya, ternyata Kepala BBWS merespon dengan baik untuk segera diperbaiki untuk menghidari yang tidak di inginkan,”ucap Yuli kepada Beritatrends.com, Senin (12/2/2018)

Kalau besuk tim Geologi datang lagi untuk melihat kondisi yang ada di Magetan khususnya lokasi longsor saya yakin dalam waktu dekan akan segera di anggarkan, tapi berhubung untuk pengangaran tahun 2018 itu perencanaannya kan 2017 ini sudah berjalan, tapi harapan kami untuk Magetan segera terealisasi karena mengingat kondisinya sangat parah. (G.Lih)

 

 

News Feed