oleh

TKI Asal Sukorejo Ponorogo Diduga Meninggal Tak Wajar di Hongkong


Penyerahan Jenasah TKW Hongkong, Jumat (9/2/2018) kemarin

Beritatrends.com, Ponorogo – Kabar meninggalnya warga Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Negara Hongkong meninggal secara tidak wajar. Bahkan dalam kabar di media sosial yang beredar menyebutkan bahwa Parten (44) TKW asal Desa Sukorejo yang sudah tiga kali pemberangkatan itu meninggal akibat cuaca ekstrim di tempat negara Ia bekerja.

Sontak kabar itu langsung dibantah oleh HM. Bedianto, SH, MM Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnkaer) Kabupaten Ponorogo kepada wartawan yang mengkonfirmasi berita tersebut Kamis, (2/2/2018) kemarin.

Dijelaskan Ibed panggilan Kepala Disnaker Kabupaten Ponorogo menyatakan bahwa pada Senen, (29/1/2018) lalu pihaknya mendapat telepon dari KJRI di Hongkong yang mengatakan bahwa TKW asal Desa Sukorejo RT 01 RW 01 yang bernama Parten dikabarkan meninggal karena sakit. “Jadi kabar TKW meninggal di Hongkong karena cuaca ekstrim itu tidak benar. Karena saya dapat informasi langsung dari KJRI. Parten meninggal karena sakit.”ujar Ibed kepada wartawan yang mewawancarai.

Tambah Ibed, memang tidak disebutkan sakit apa tapi yang jelas informasi singkat dari KJRI menyebutkan bahwa Parten ini terjatuh ketika pergi ke pasar hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit setempat dan oleh tim medis dinyatakan meninggal. Kemungkinan Parten kena serangan jantung. Tapi pastinya kita belum tahu kita lihat saja nanti ketika jenasah datang pasti akan ada dokumen yang menyertai mengapa Parten meninggal.

“Saat ini pihak Disnaker usai mendapat kabar atau telepon dari KJRI soal meninggalnya Parten di Hongkong langsung menghubungi pihak keluarga termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal pemulangan jenasah termasuk hak-hak korban akan diuruskan juga. “Sebaiknya kita tunggu saja. Biasanya sesuai pengalaman jika ada TKW meninggal di Hongkong paling lama 10 hari jenasah sudah tiba di tanah air.”katanya.

Sementara itu Ibed ketika ditanya awak media apakah korban tercatat sebagai TKI ilegal atau legal maka secara tegas dijawab oleh Kepala Disnaker adalah korban sebagai TKI legal atau prosedural karena memiliko ID card. Meskipun diakui Ibed bahwa korban sempat melakukan perpanjangan tidak pulang atau ijin tinggal di Hongkong dan itu terekam di registrasi pada 4 November 2016 lalu di KJRI Hongkong. Kita pastikan bahwa korban sebagai TKI legal atau prosedural.

“Tapi kita lihat apakah korban memiliki asuransi atau tidak karena itu semua akan terjawab ketika jenasah tiba. Biasanya akan disertai dengan dokumen pendukung. Kita akan bantu sampai korban mendapatkan hak-haknya.”tegasnya.(Nanang/AN)

News Feed