oleh

Dnas Perpusip Berbenah, Ajukan Proposal Pembanguan Gedung Baru di Jalan Soromengolo

ilustrasi perencanaan Gedung Perpustakaan

Beritatrends.com, Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinas Perpusip) Kabupaten Ponorogo dibawah nahkoda Dewi Wuri Handayani, S.Sos mulai melakukan berbagai perubahan. Dimulai dari penambahan koleksi buku, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai guna memberi rasa nyaman buat para pengunjung termasuk pelayanan perpustakaan keliling terus dilakukan meskipun dengan armada terbatas dan tingkat keterjangkauan yang terbatas pula tapi itu semua tak menjadikannya patah semangat tapi justru menjadi cambuk untuk lebih semangat lagi dalam bekerja memberi pelayanan kepada masyarakat.bukan hanya itu, agar supaya Dinas Perpusip terlihat lebih hijau dan sejuk maka mantan Camat Siman ini meminta kepada semua staf dan karyawan untuk membawa tanaman dalam pot yang ditata rapi di lingkungan Dinas.

Alhamdulilah, terlihat hijau dan indah bukan, sambil menunjuk tanaman bunga dalam pot yang ada di halaman dinasnya itu, selanjutnya, terkait dengan kenyamanan dan keamanan koleksi buku yang dimiliki Dinas Perpusip pihaknya pada tahun ini dan akan dimulai bulan depan renovasi atap yang memang bocor ketika hujan deras sehingga air hujan masuk dan membuat koleksi buku terkena air dan jadi rusak. “Kita dapat anggaran 50 juta untuk perbaikan atap supaya tidak bocor lagi. Pernah waktu hujan deras sampai lantai di ruang pelayanan banjir. Ada ribuan buku kita terkena air dan terpaksa kita harus menjemur buku itu semua supaya bisa digunakan,”kenang Wuri .

Dikatakan Wuri bahwa semenjak dinas perpustakaan pindah dari kalangan for lama di Juanda sekarang di jalan Ponorogo Sumoroto membahas jumlah pengunjung turun cukup drastis. Jika dulu ketika masih di kantor lama rata-rata perhari pengunjung mencapai 100 orang tapi di kantor baru sehari dapat 30 orang saja sudah bagus. Dan kadang hanya itungan jari saja dikarenakan memang kantor yang sekarang jauh dari sekolah dan terlalu  di pinggir sehingga banyak orang kurang berminat.

Untuk itu, pihaknya mencari cara bagaimana kedepan perpustakaan daerah Ponorogo bisa bangkit dan hadir dengan gedung yang representatif berada di tengah kota seperti di jalan Suromenggolo yang memang menjadi pusat kegiatan kuliner dan berbagai kegiatan lain sehingga jika suatu saat nanti perpustakaan hadir disana maka masyarakat bisa baca buku sambil ngopi dengan fasilitasi free WiFi maka keberadaan perpustakaan akan menjadi bermakna di masyarakat. Untuk itu, pihaknya langsung membuat proposal pembangunan gedung perpustakaan daerah ke perpustakaan nasional (Perpusnas) di Jakarta dengan harapan bisa di setujui.

Lanjut Wuri sesuai hasil konsultasi dengan pihak perpusnas mengatakan bahwa salah satu syarat bisa mengajukan dana anggaran untuk pembangunan gedung perpustakaan adalah telah memiliki lahan yang dibuktikan. (AN)

News Feed