oleh

Belum ada Tindakan Dari Satpol PP, Warga Desa Malang Pasang Banner Tolak Pelacur dan WTS Yang Kedua

Warga bergotong royong memasang Bener tegoran dan laranga bagai WTS yang beroperasi di Desa Malang, Maospati, Minggu (11/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Surat yang dilayangkan sesuai petunjuk Satpol PP di tujukan ke Bupati Magetan belum ada reaksi yang berati terhadap warung remang-remang dan tempat karoeke ilegal yang berada sepanjang Jalan Raya Maospati – Ngawi, warga Desa Malang merasa kesal dan kecewa yang dilampiaskan dengan pemasangan banner yang bertulisakan “Sudah cukup anda mengotori kampung kami, dengan menjajakan diri sebagai PSK, Purel dan Germo, anda stop atau kita perang di beberapa titik yang dekat dengan lokasi yang sering di jadikan ajang porstitusi.

“Pasal sudah bertahun-tahun lokasi di Desa Malang pasca penutupan Lokalisasi Madusari alias Mbaben di tutup, walhasil akhirnya kupu – kupu malam beroperasi¬† tidak jauh dari bekas lokalisasi Madusari/Mbaben yakni di sekitar Desa Malang, Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan,Ucap Nopan alias Cacing salah satu warga yang ikut memmasang Benner kepada Beritatrends.com, Minggu (11/2/2018).

Ditambah Joko selaku perwakilan pemuda mengatakan, ini sembari menunggu tindakan tegas dari Satpol PP Kabupaten Magetan, kali ini kita pasang banner yang kedua kalinya dari warga dan Pemerintah Desa Malang,  kami tetap menunggu janji Satpol PP Magetan agar tidak memberi toleransi pada kafe remang Рremang dan warung tempat prostitusi yang bertebaran di Desa Malang.

Salah satu Perangkat Desa Malang, Maryono yang ikut mengawal warga melakukan pemasangan banner menerangkan, banner dari Pemerintah Desa ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah Desa Malang untuk memerangi prostitusi yang selama ini tumbuh subur di lingkungan Desa Malang.

“Pemerintah Desa sedang merancang Perdes bersama BPD, sambil menunggu terbitnya Perdes kami berinisiatif mengeluarkan banner yang bersifat himbauan dan larangan. Rencananya kami pasang enam banner yang akan kami pasang di tiap – tiap wilayah RW”, terang Maryono.

Sebelumnya Satpol PP Magetan telah mengeluarkan surat teguran yang pertama yang berlaku tujuh hari. “Hari ini semestinya dikeluarkan surat teguran yang kedua karena sudah lewat masa tujuh hari tersebut,”pungkasnya. (G.Lih)

News Feed