oleh

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Kerjanya Dipertanyakan ?

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat diskusi keadaan linggkungan hidup di Magetan  bersama aktifis lingkungan hidup yang berada di Magetan, Selasa (6/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan  –  Ironis kondisi lingkungan hidupnya Kabupaten Magetan di anggap darurat walau baru saja mendapatkan piala Adipura, salah satu pemerhati lingkungan hidup, Rudi Setiawan bersama dengan beberapa pemerhati lingkungan hidup lainya yang didampingi beberapa awak media, menghadap Agung Lewis Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan untuk koordinasi terkait kehawatinya tersebut, Selasa (06/02/2017)

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan menaggapi diskusi singkat seputar darurat lingkungan hidup yang dikeluhkan masyarakat yang berada diseputar dampak yang berimbas seperti diseputar Lingkungpun Industri Kecil (LIK), Tambang, Pabrik Gula dan lain-lainya langsung di tanggapi dengan baik.

Rudi mengatakan banyak point dianggap darurat yang disampaikan diantaranya, tidak adanya informasi yang disuguhkan DLH Kabupaten Magetan terkait kondisi lingkungan hidup yang ada di Magetan, salah satu contohnya adalah tentang pengelolaan lingkungan dari dampak lingkungan dari kegiatan usaha kulit baik yang di kelola Pemerintah ataupun swasta yang ada di Magetan, mestinya BLH memiliki sebuah informasi yang di suguhkan kepada publik terkait limbah apa saja yang di hasilkan serta dampaknya terhadap lingkungan serta bagaimana kondisi Instalasi Pengelolaan Limbah ( IPAL ) yang dilakukan melalui uji labolatorium, yang jika hal tersebut di sampaikan pada publik maka kecemasan – kecemasan publik tentu tidak akan muncul.

“BLH juga tidak memiliki data atau informasi mengenai usaha usaha yang berdampak pada lingkungan hidup serta bagaimana Upaya Kelola Lingkungan , dan bagaimana pelaporanya, padahal diketahui banyak sektor usaha yang berdampak paada lingkungan hidup, baik dari usaha penyamakan kulit, ekplorasi, serta banyak bidang bidang lainya.  Hal ini dirasa sangat ironis. Seakan fungsi akan DLH tidak bisa berjalan,”ucap Rudi kepada Pojok Kiri, Selasa (6/2/2018)

Agung Lewis mengaku bahwa dirinya masih baru di DLH, dan memang pihaknya saat ini masih perlu banyak masukan yang di jadikan bahan untuk nanti dirapatkan bersama dengan lintas sektoral yang ada, agar kedepan kinerja dari BLH akan bisa lebih maksimal.

“Kami akui memang banyak problem yang mesti di pecahkan, saya akan mencoba memulai dari internal di dinas, dan terimakasih atas semua masukan ini, akan kami jadikan bahan yang nantinya akan kita rapatkan bersama SEKDA dengan menerlibatkan semua lintas sektoral terkait,”ucap Agung.

Manun menurut Agus Pujiono yang juga ikut dalam diskusi mengatakan, mengenai hasil dari diskusi bersama DLH tadi mengaku sangat kecewa, “Jika kita melihat kondisi carut marut tentang tata kelola lingkungan hidup di Magetan dan kinerja dari DLH  Magetan terlihat betapa tidak adanya kepedulian Pemerintah Kabupaten Magetan pada lingkungan hidup, meskipun Magetan tahun lalu juga mendapat Adipura kalau kami rasa itu juga pantas dipertanyakan ketika kita benar benar kroscek dengan situasi di lapangan apakah benar benar pantas

“Adipura tersebut di terima, setidaknya mampu menyuguhkan informasi terkait situasi lingkungan dengan sebenar – benarnya kalau dibiarkan bisa menjadi sebuah bom waktu, selain dapat menimbulkan keresahan masyarakat, juga akan mebawa sebuah kehancuran bagi alam itu sendiri,”terang Agus.

Kami harap informasi yang kami sampaikan dapat segera di tindak lanjuti dan ada sebuah kebijakan yang berwujud aksi nyata bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten Magetan benar benar peduli pada pembangunan yang berbasis lingkungan hidup. (Lak).

News Feed