oleh

Satpol PP Magetan Adakan Musyawarah di Warem Desa Malang Di Sertai Surat Tegoran Pertama

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Magetan Rahmad saat menjelaskan tentang aturan yang berlaku, Minggu (4/.2/2017) malam.

Beritatrends.com, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengultimatum para pemilik banguan liar yang di jadikan sebagai warung remang-remang (Warem). Mereka mengadakan musyawarah kepada seluruh pemilik warung dengan surat tegoran pertama yang jangkanya tujuh hari, Minggu (4/2/2018) malam.

Adapun warem itu tersebar di sepanjang sepanjang Jalan Raya Maospati – Ngawi tepatnya di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Satpol PP Magetan telah melakukan pendataan warem disepanjang jalan tersebut. Hasilnya diketahui dari ujung utara hingga selatan ada 43 banguan warem.

Kepala Satpol PP Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi melalui Kepala Bidang Penegakan Perda Rahmad mengatakan, mengumpul kan seluruh pemilik warung kopi dan pemilik kafe di Desa Malang seluruhnya ada 43 orang, kita samapai sesuai peraturan yang ada bahwa lahan milik Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur diatasnya dilarang untuk dibangun usaha yang tidak berizin sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2014.

“Untuk sesi kedua khusus pertemuan untuk pemilik kafe sebanyak 15 orang, ada kesepakatan mereka sudah menyadari akan pindah ini sudah 98 persen mereka setuju mau pindah,”ucap Rahmatd kepada awak media, Minggu (4/2/2018).

Lanjut Rahmad, mereka tidak menentukan berapa lama untuk pindah karena sesuai pembicaraan awal mereka akan pindah ke suatu tempat yang lahan akan sewa itu silahkan kita tidak menghalang-halangi, yang jelas kalau di lahan ini dengan dalih apapun kami tetap melarang, kecuali untuk warung kopi monggo tidak apa-apa.

“Sesuai dengan SOP yang kami laksanakan kita sampai surat tegora pertama menurut Pemendagri Nomor 54 tahun 2011, bahawa tegoran itu dengan acuan 733, artinya tegoran pertama selama Tujuh hari, apa bila tidak ada kelanjutan akan kita surati kembali atau tegoran ke dua dengan waktu tiga hari dan selanjutnya kalau tidak dihiraukan akan kita beri tegoran ke tiga dengan waktu tiga hari, kemudian kalau tidak di indahkan akan kita lakukan eksekusi sebagai sebagai bentuk pembuktian kalau kita tidak main-main,”jelas Rahmad.

Hasil dari musyawarah malam ini akan kita tunggu kesanggupan mereka yang janjinya dalam waktu dekat akan segera pindah di tempat yang baru.

Para Pemilik Kafe di warem sepanjang Jalan Raya Maospati – Ngawi di Desa Malang kecamat Maospati – Magetan

Ketua Rt dan juga ketua paguyuban di wilayah warem yang biasa di panggil Kompor mengatakan, memang kami sudah menerima surat tegoran pertama, kami akan segera pindah namun kami baru mempunyai tempat tapi baru lahan kosong.

“Kami berharap kepada pemerintah minta waktu sampai bangunan di tempat yang sudah kami sepakati tersebut banguannya sudah berdiri,”ucap Kompo kepada awak media.

Ditempat yang terpisah Nopan alias Cacing warga Desa Malang yang mengikuti musyawarah tersebut, mengatakan kalau kafe-kafe yang berada didesa Malang tidak segera dikosongkan sesuai ucapan Kepala Bidang Penegaan Perda dengan aturan 733 kami seluruh masyakat akan melakukan pembongkaran paksa.

“Sudah delapan tahun Warem itu berdiri, namun protes kami sebagai warga terhadap pemerintah khususnya Satpol PP tak ada tindakan apapun yang bearti buat masyarakat, jadi jangan salahkan kami kalau bertidak sendiri demi ketentraman Desa kami,”pungkas Nopan. (Lak)

News Feed